BREAKING NEWS: Gedung Parlemen Filipina Diberondong Tembakan
Dikutip dari media Filipina GMANews, pasukan bersenjata itu diduga berasal dari Biro Investigasi Nasional (NBI).
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Rentetan tembakan terdengar di gedung Senat Filipina pada Rabu (13/5/2026) malam sekitar pukul 19.30 waktu Filipina.
Tak lama kemudian orang-orang diperintahkan untuk berlari mencari perlindungan, menurut saksi mata kepada Reuters.
Sejumlah orang terlihat menggunakan baju antipeluru.
Tidak jelas apa yang sedang terjadi atau siapa yang melepaskan tembakan.
Diduga penembakan terjadi di tengah upaya penangkapan seorang senator terkemuka yang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Lebih dari 10 personel militer berseragam tiba di gedung Senat.
Beberapa diantaranya membawa senapan serbu.
Dikutip dari media Filipina GMANews, pasukan bersenjata itu diduga berasal dari Biro Investigasi Nasional (NBI).
Akan tetapi NBI membantah bahwa personelnya dikerahkan ke gedung tersebut.
Letusan tembakan terjadi diduga upaya penangkapan paksa terhadap Senator Ronald “Bato” Dela Rosa yang berada di bawah perlindungan polisi.
Sekretaris Jenderal Senat Mark Landro Mendoza mengatakan kepada wartawan bahwa agen NBI yang "diduga" tersebut masuk ke dalam kompleks Senat melalui gedung Sistem Asuransi Layanan Pemerintah (GSIS) yang berada di dekatnya.
Sekitar pukul 7 malam, beberapa pria bersenjata berseragam terlihat di halaman majelis tinggi setelah Senat menunda sidang pleno.
Senat kemudian diberlakukan penguncian (lockdown) tak lama setelah itu.
"Merekalah yang melepaskan tembakan lebih dulu),” tuduh Mendoza.
Ronald dela Rosa, penegak hukum utama dalam "perang melawan narkoba" berdarah yang dilancarkan mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prat-bsernjata.jpg)