Kisah Macron, Presiden Terpilih Perancis yang Muda dan Ganteng, Serta Istrinya yang Lebih Tua
Seperti telah diprediksi sebelumnya, Emanuel Macron akhirnya memenangi Pilpres Perancis putaran kedua, Minggu (7/5/2017) waktu setempat.
"Brigitte, selalu hadir, dan bahkan lebih lagi sekarang, tanpa dia saya tidak akan menjadi diri saya saat ini," kata Macron secara emosional di depan ratusan pendukungnya yang meneriakkan namanya.
Keduanya sama sekali tidak populer ketika Macron ditunjuk sebagai menteri ekonomi pemerintahan Presiden Francois Hollande pada Agustus 2014.
Sementara Trogneux mengundurkan diri dari pekerjaan mengajarnya setahun kemudian untuk membantu suami mudanya yang ambisius itu.
Di kementerian ekonomi, Trogneux hadir secara diam-diam saat pertemuan dengan para pejabat di Paris bagian timur.
"Dia menghabiskan banyak waktu di sini karena pandangannya penting bagi saya, karena dia membawa atmosfer yang berbeda, itu penting," kata Macron dalam pertemuan terakhirnya bersama staf setelah dia mengundurkan diri dari pemerintahan Hollande pada Agustus 2016.
"Hidup saya ada di sini, Anda tidak dapat bekerja dengan baik jika Anda tidak bahagia," sambung dia.
Dia tidak mengumumkan tawaran untuk menjadi presiden sampai tiga bulan kemudian, pada 16 November 2016, tapi sejak saat itu dia sudah mulai menjalin hubungan dengan Brigitte – hampir 25 tahun sebagai seniornya – bagian integral dari kepribadiannya di depan publik.
Beberapa bulan menjelang pencalonan resminya, publik Perancis menemukan Trogneux dalam serangkaian cerita di sampul majalah Paris Match, termasuk, pada Agustus 2016, di mana pasangan tersebut berada di pantai.
"Liburan pasangan kekasih sebelum serangan," menjadi headline-nya.
Dalam sebuah film dokumenter TV pada bulan November 2016 di France 3, beberapa hari setelah Macron mengumumkan tawarannya, pasangan tersebut membagikan rekaman video Macron muda di drama sekolah tempat di mana mereka bertemu, dan rekaman upacara pernikahan mereka pada tahun 2007.
"Terima kasih telah menerima kami, pasangan yang tidak normal," Macron terdengar mengucapkan demikian dalam video pernikahannya, yang dihadiri oleh anak-anak Trogneux yang sudah dewasa, berusia hampir 30 tahun, sementara Trogneux 54 tahun.
Sindiran kartunis
Kartunis Perancis dan program TV dan radio menyindir perbedaan usia pasangan tersebut. Pendukung Macron mengatakan bahwa lelucon tersebut misogonis.
Mereka mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang berkomentar bahwa perbedaan usia tersebut – sama seperti Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania – juga terjadi dalam hal sebaliknya.
Trogneux, mengolok-olok dirinya sendiri dan bercanda bahwa jika Macron ingin mencalonkan diri sebagai presiden, sebaiknya Macron segera melakukannya, selagi dia masih terlihat rapi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/brigitte-trogneux-t_20170508_175250.jpg)