Polisi Israel Pasang Alat Pendeteksi Logam di Pintu Masuk Masjid Al Aqsa
Polisi Israel juga meningkatkan keamanan dengan memasang pintu putar dan alat pendeteksi logam di depan pintu masuk masjid Al Aqsa
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasca meninggalnya tiga orang warga Palestina yang ditembak mati polisi Israel pada Jumat pagi (14/7/2017) di dekat Masjid Al Aqsa, Palestina situasi Al Aqsa memanas.
Dua orang polisi Israel juga turut tewas dalam konflik dua pihak yang telah berangsur lama itu.
Kemarin, Rabu (19/7/2017), sejumlah warga yang hendak beribadah di Masjid Al Aqsa bentrok dengan polisi Israel yang berjaga di sekitarnya pasca konflik yang memakan korban tiga orang warga Palestina dan dua orang polisi Israel pada Jumat lalu.
Polisi Israel juga meningkatkan keamanan dengan memasang pintu putar dan alat pendeteksi logam di depan pintu masuk masjid Al Aqsa sebagaimana dilansir dari aljazeera.com, (19/7/2017).
Namun demikian, Mufti Agung Yerusalem Muhammad Husein mengimbau agar seluruh masjid yang ada di kota untuk tutup pada Jumat pekan ini (21/7/2017) dan agar umat Islam Palestina shalat Jumat di depan gerbang Masjid Al Aqsa.
Langkah itu dimaksudkan sebagai bentuk protes melawan kebijakan keamanan baru pemerintah Israel yang menutup Masjid Al Aqsa.
Hingga kini sebagian warga Palestina masih shalat di luar Masjid Al Aqsa sebagai bentuk protes wilayah sekitar kompleks masjid Al Aqsa dibuka kembali pada Minggu (16/7/2017) pasca dua hari ditutup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140225_153558_masjid-al-aqsa-palestina.jpg)