Senin, 18 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy: Rusia Gunakan 3.170 Drone Serang dalam Sepekan

Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan Rusia menggunakan 3.170 drone serang, 1.300 bom udara berpemandu, serta 74 rudal dengan berbagai jenis.

Tayang:
Website Presiden Ukraina
ZELENSKYY BERPIDATO - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Selasa (13/1/2026), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat mendengarkan laporan Dinas Keamanan Ukraina pada 10 Januari 2026. Pada 17 Mei 2026, Zelenskyy mengatakan Rusia menggunakan 3.170 drone serang, 1.300 bom udara berpemandu, serta 74 rudal dengan berbagai jenis. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut Rusia melancarkan serangan besar dalam sepekan terakhir dengan lebih dari 3.170 drone, 1.300 bom udara berpemandu, dan 74 rudal.
  • Serangan itu menghantam permukiman dan fasilitas sipil hingga menewaskan 52 orang serta melukai 346 lainnya, termasuk 22 anak-anak.
  • Zelenskyy meminta tambahan sistem pertahanan udara dan rudal anti-balistik dari negara-negara sekutu. 
  • Ukraina juga mengklaim berhasil menetralisir 279 dari 287 drone Rusia pada malam 17 Mei.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1545 pada Senin (18/5/2026).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa dalam satu pekan terakhir Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Ukraina.

Menurutnya, Rusia menggunakan lebih dari 3.170 drone serang, sekitar 1.300 bom udara berpemandu, serta 74 rudal dari berbagai jenis, yang sebagian besar merupakan rudal balistik.

Pernyataan itu disampaikan Zelenskyy melalui akun Telegram pada 17 Mei. Ia mengatakan sebagian besar serangan Rusia menghantam kawasan permukiman dan berbagai fasilitas sipil lainnya.

Akibat serangan tersebut, banyak bangunan rusak dan warga sipil menjadi korban.

Zelenskyy menyebut sedikitnya 52 orang tewas akibat serangan Rusia selama sepekan terakhir.

Selain itu, 346 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 22 anak-anak. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia.

Dalam pernyataannya, Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina membutuhkan perlindungan udara yang lebih kuat untuk melindungi warganya dari serangan rudal dan drone Rusia.

Ia mengatakan dukungan terhadap sistem pertahanan udara Ukraina sangat penting karena dapat membantu menyelamatkan banyak nyawa.

Karena itu, Zelenskyy kembali menyoroti pentingnya program pertahanan seperti PURL serta tambahan bantuan rudal anti-balistik dari negara-negara mitra.

Baca juga: Rusia-Ukraina Tukar Tawanan Perang, 205 Warga Ukraina Dibebaskan

Ia juga menekankan bahwa negara-negara Eropa perlu bekerja sama lebih erat dalam membangun pertahanan bersama menghadapi ancaman rudal balistik.

Menurut Zelenskyy, Eropa harus mampu memperkuat pertahanannya sendiri agar serangan udara Rusia tidak hanya mengancam Ukraina, tetapi juga negara-negara lain di benua tersebut.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada negara-negara sekutu yang terus membantu pertahanan Ukraina secara nyata.

Sementara itu, pada malam 17 Mei, militer Rusia kembali meluncurkan serangan udara menggunakan 287 drone, termasuk drone Shahed, Gerbera, Italmas, dan drone simulator Parody. Namun, pasukan pertahanan udara Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh atau menetralisir 279 drone tersebut sebelum mencapai targetnya.

Pertukaran Tawanan Berlanjut, Rusia Kembalikan 528 Jenazah Ukraina

Ukraina kembali menerima pemulangan jenazah dari Rusia dalam proses repatriasi terbaru yang dilakukan kedua negara. Kali ini, sebanyak 528 jenazah dikembalikan ke Ukraina. Menurut pihak Rusia, seluruh jenazah tersebut merupakan anggota militer Ukraina yang tewas dalam perang.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved