Menurut Keluarga Angkat, Anies Baswedan Mirip Mantan Menteri Jepang

Sejak menjadi menteri pendidikan itulah keluarga Yamada selalu memonitor kegiatan Anies

Menurut Keluarga Angkat, Anies Baswedan Mirip Mantan Menteri Jepang
Richard Susilo
Tsuneo Yamada (70) maupun suaminya (kiri) Hiyoshiro (81) yang berasal dari Nagano, memegang majalah JAL tahun 19913 yang memberitakan Anies Baswedan melakukan Homestay di keluarga Yamada. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Anies Baswedan (48) ternyata disebut keluarga angkatnya di Jepang, keluarga Yamada, mirip sekali dengan mantan revitalisasi ekonomi Jepang Akira Amari yang berasal dari daerah pemilihan Kanagawa, tempat keluarga Yamana menetap saat ini.

"Kami dekat dan bertemu beberapa kali dengan Amari, kaget juga karena mukanya mirip Anies," papar Tsuneo Yamada (70) ibu angkat Anies saat Homestay di rumahnya tahun 1993, separuh dari usia Anies saat ini, menceritakan khusus kepada Tribunnews.com Senin ini (14/8/2017).

Begitu berkesan keluarga Yamada kepada Anies, sehingga saat ketemu menteri Jepang Amari pun, mereka bercerita banyak mengenai Anies.

"Jadi saat kita ketemu Menteri Amari langsung kita sampaikan bahwa dulu ada anak Homestay di rumah nya yang wajahnya mirip dia. Langsung saja Mrnteri Amari kaget, ah yang benar? Menarik juga ya," tekannya lagi.

Sejak menjadi menteri pendidikan itulah keluarga Yamada selalu memonitor kegiatan Anies terutama lewat koran-koran Jepang.

Pada saat jadi Menteri pendidikan tahun 2014 keluarga Yamada sebenarnya kaget juga.

"Saat itu saya diberitahu anak lelaki saya katanya itu Om Anies jadi menteri. Saya pun sempat mencari tahu lewat Jakarta Shimbun dan dapat copy korannya ternyata benar. Senang juga saya mendengar dan mengetahui dia jadi menteri saat itu."

Setelah mengetahui Anies jadi menteri, Yamada mengirimkan surat ucapan selamat lewat kedutaan besar Republik ndonesia (KBRI) yang ada di Shinagawa-ku Tokyo.

"Saya buat surat untuk Anies ingin mengucapkan selamat kepadanya karena menjadi menteri. Sayang sekali surat itu tak sampai ke tangan Anies dan belakangan diketahui menurut Anies juga tidak terima surat dari keluarga Yamada."

Akhirnya keluarga Yamada pasrah saja karena tak bisa kontak kepada Anies.

Mendadak awal tahun 2017 ini terdengar kabar Anies mau ke Tokyo dan berharap bisa bertemu meskipun Mamiko telah meninggal tahun 2013 karena kanker radang usus.

Mamiko meninggalkan dua anak wanita, Nono (11) dan Atsuno (9) yang juga menemui Anies 26 Juli 2017 di Harajuku Tokyo bersama Tsuneo dan Hiyoshiro (suami Tsuneo) dan mengajak makan siang bersama Anies serta ngobrol sekitar 90 menit.

Nono membawakan origami kembang oleh-oleh buat Anies dan terus terang ingin sekali berkomunikasi bahasa Inggris dengan Anies. Adik Mamiko, Daijiro (43) inin sekali bertemu Anies pula tetapi kesibukan kerja di kantorpos tidak memungkinkannya.

Saat bicara mengenai Mamiko, Tsuneo sang ibu selalu terharu dan menangis, karena melalui Mamiko lah akhirnya bisa bertemu Anies, "Mamikolah yang membawa Anies ke rumah ini," paparnya lagi.

Setelah Anies ber Homestay di rumah keluarga Yamada, tahun berikutnya 1994 keluarga ini juga menerima anak muda lelaki dari Malaysia.

"Sama juga 3 malam 4 hari. Tapi terus terang saja saya tidak pernah ingat anak itu, lupa namanya. Fotonya juga tak ada. Mungkin Mamiko memotret nya tapi saya tak tahu dan tak ingat lagi. Lain dengan Anies yang berkesan sekali bagi kami sampai dengan kini," ungkapnya lagi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved