Postingan Obama Bersama Anak-anak dari Berbagai Ras Dapat Likes 4,1 Juta

Mantan Presiden AS Barack Obama meluncurkan twit, Kamis (17/8/2017) dan mendapat Likes terbanyak dalam sejarah Twitter selama ini.

Postingan Obama Bersama Anak-anak dari Berbagai Ras Dapat Likes 4,1 Juta
Twitter/Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Twit mantan Presiden AS Barack Obama Kamis (17/8/2017) sekitar jam 15.00 WIB. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Di tengah kesemrawutan masalah rasial di Amerika Serikat terpancing oleh komentar Presiden AS Donald Trump mengenai rasial putih, mantan Presiden AS Barack Obama meluncurkan twit, Kamis (17/8/2017) dan mendapat Likes terbanyak dalam sejarah Twitter selama ini.

Jumlah Likes yang dicantumkan ke postingan Obama melebihi 4,1 juta Likes di twitternya yang menampilkan tulisan dan gambar Obama melihat anak-anak kecil melongok di jendela, baik yang kulit kuning, putih maupun kulit hitam bersama-sama memperhatikan Obama.

Di atas foto tersebut Obama mencantumkan kata-kata yang pernah disebutkan oleh Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela.

"No one is born hating another person because of the color of his skin or his background or his religion..." (Tidak ada seorang pun yang terlahir membenci orang lain karena warna kulitnya atau latar belakang atau agamanya ...)

Bayi yang tidak melihat diskriminasi dibantah Kang Lee, seorang peneliti pembangunan di Universitas Toronto, Kanada.

"Orangtua memang tidak mengajari anak untuk bias," kata Kang Lee.

Lee mengatakan bahwa sementara orang tua rasis dapat mengeksploitasi bias bawaan anak. Namun anak-anak secara organik akan mulai mengabaikan ras lain segera setelah kelahiran mereka.

Mandela benar karena tidak ada bayi yang lahir dengan prasangka yang melekat. Tapi sekitar enam bulan, rata-rata bayi akan otomatis mulai tidak mempercayai apapun yang terlihat dan terdengar berbeda dari orang tua mereka.

"Karena kebanyakan dari kita terlahir dalam monorasial, lingkungan kita mulai menunjukkan preferensi untuk individu ras sendiri, dan kemudian kita mulai menunjukkan bias," katanya.

Bayi mulai mengasosiasikan hal-hal positif, seperti musik yang gembira, dengan ras mereka sendiri. Musik sedih akan dikaitkan dengan ras lain.

Demikian pula bahasa asing dan aksen, sementara itu, apabila terdengar menyeramkan dan asing akan terbiaskan anak-anak.

"Jika mereka mendengar bahasa Inggris, mereka lebih suka bahasa Inggris, mereka tidak menyukai orang yang berbicara bahasa Perancis," kata Lee lagi.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved