Latihan Bersama Militer AS-Korsel Dilakukan Pula Di Dalam Kereta Api Bawah Tanah Seoul

Itulah skenario dan praktek latihan darurat yang dilakukan Selasa ini di kereta api bawah tanah Seoul

Latihan Bersama Militer AS-Korsel Dilakukan Pula Di Dalam Kereta Api Bawah Tanah Seoul
NHK/Richard Susilo
Para penumpang kereta api di Seoul Korea Selatan menggedor pintu kereta api karena terkena gas dalam latihan darurat Selasa ini (22/8/2017) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seolah terorisme menghantam Seoul Korea Selatan dari Korea Utara, gas beracun diluncurkan di dalam kereta api bawah tanah, para penumpang jadi korban dan pasukan khusus tiba menyelamatkan mereka.

Itulah skenario dan praktek latihan darurat yang dilakukan Selasa ini di kereta api bawah tanah Seoul Korea Selatan antara satuan militer dan otoritas Korsel dengan Amerika Serikat (AS) dalam menghadapi serangan terorisme dan atau dariKorea Utara.

Sebanyak 480.000 pegawai pemerintah pusat dan pemda Korea Selatan dikerahkan untuk ikut latihan Selasa ini di dalam kereta api bawah tanah di Seoul, termasuk para militer pasukan khusus dan pemadam kebakaran, tenaga medis dan lainnya.

Sementara itu Adm. Harry B. Harris, Komandan AS untuk Pasifik di depan alat penangkal rusal PAC-3 kepada wartawan mengungkapkan bahwa terpenting dalam menghadapi Korut adalah keahlian para diplomat mendekati dan membuka komunikasi dengan Korut.

"Diplomasi adalah nomor satu terpenting saat ini dengan Korut dan hal itu harus jadi prioritas utama untuk membuka komunikasi lebih lanjut dengan pihak Korut dan bukan kekerasan," tekannya Selasa siang ini di Korea Selatan (22/8/2017).

Latihan militer gabungan Korsel dan AS dilakukan sejak kemarin dan akan berakhir tanggal 31 Agustus mendatang.

Korut sendiri tampak semakin marah dan dalam media televisinya mengancam kembali pihak AS Selasa ini, "Jangan menyesal nanti kalau pihak AS mendapatkan kerusakan yang sangat berat akibat perbuatannya yang dilakukan saat ini melakukan latihan militer dengan pihak Korsel," ancam pihak Korut di televisi negaranya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved