Menteri Susi Ajak Jepang Bersama Pimpin Dalam Perangi IUUF

Kami ingin sekali mengajak Jepang, kita bersama-sama memerangi ilegal fishing.

Menteri Susi Ajak Jepang Bersama Pimpin Dalam Perangi IUUF
Richard Susilo
Menteri Susi Pudjiastuti (kanan) bersama Rachmat Gobel dan Dubes Indonesia untuk Jepang Ir Arifin Tasrif (tengah) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti (52) mengajak para pengusaha Jepang untuk bersama-sama memimpin dunia perikanan memerangi IUUF (Illegal, Unreported and Unregulated Fishing).

"Kami ingin sekali mengajak Jepang, kita bersama-sama memerangi ilegal fishing. Cara-cara ilegal akan merusak sumber daya alam di dunia. Padahal satu dunia satu laut satu lautan satu dunia. Apa yang terjadi di laut China di Indoensia akan pengaruhi ikan di tempat lain yang berenang ke mana-mana," tekan Menteri Susi kepada sekitar 200 pengusaha perikanan Jepang yang menghadiri ceramahnya di dalam Japan International Seafood ke-19 di BighSight Odaiba Tokyo siang ini (23/8/2017).

Reformasi di Indonesia menurutnya merupakan oportunitas bagi semua pihak. Bukan hanya bagi Indonesia tetapi bagi investor asing bersama untuk penuhi pangan dunia bangsa Indonesia dan industri-industri lainnya.

"Kita perlu pikirkan keberlanjutan sumber daya alam dan menguntungkan bersama. Apabila melakukan pemasangan ekstensi peralatan penangkapan ikan berlebihan, maka akan kurangi jumlah tuna tangkapan. Padahal bisnis tuna besar sampai milliran dolar AS di jepang. Apabila ingin melakukan terus, akan menghidupi jutaan orang di dunia. Namun kalau habis tak bisa makan tuna dan tak bisa berbisnis lagi kita semua."

Indonesia sendiri kini hukum jelas. Bagi yang tidak bagus termasuk kondisi yang ada di masa lalu, kini semua clear black and white, terbuka jelas.

"Datang proses kelola produksi maka kita akan kasih karpet merah dan sangat disarankan kerjasama dengan pengusaha Indonesia. Juga disarankan untuk bisa lebih baik lagi kelola industri perikanan dengan lebih baik. Saya yakin Indonesia tidak mungkin kembali ke masa lalu karena terlihat kesempatan bisnis besar dengan hal baru sekarang banyak sekali bisnis tercapai dan justru menjadi sangat menguntungkan bagi Indonesia."

Menurut Menteri Susi usaha perikanan perdagangan naik 120% karena ikan semakin banyak saat ini.

Neraca perdagangan Indonesiauntuk perikanan di Asia No.1 di Asia.

GDP (Gross Domestic Product) perikanan di atas sektor lain dan di atas GDP pertumbuhan ekonomi nasional, tambahnya.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved