Unjuk kekuatan militer, pesawat pengebom AS terbang dekat Korut
Pesawat pengebom AS terbang mendekati pesisir timur Korea Utara untuk menunjukkan kekuatan militer siap menghadapi segala ancaman, jelas Pentagon.
Pesawat pengebom AS terbang mendekati pesisir timur Korea Utara untuk menunjukkan kekuatan militer siap menghadapi segala ancaman, jelas Pentagon.
Pentagon mengatakan penerbangan mencapai jarak terjauh dari zona demiliterisasi antara dua negara Korea yang pernah ditempuh oleh pesawat tempur ataupun pesawat pengebom AS pada abad 21.
Ketegangan di Semanjung Korea semakin meningkat, menyusul intensitas program nuklir Korut.
Pentagon mengumumkan bahwa unjuk kekuatan pasukan militer itu untuk menunjukkan "keseriusan" AS terhadap perilaku Korea Utara yang disebutnya "sembrono". Pentagon juga menyebut dengan program senjata milik Korea Utara merupakan sebuah "ancaman serius".
"Misi ini merupakan demonstrasi terhadap tekad AS dan sebuah pesan yang jelas bahwa presiden memiliki banyak pilihan militer untuk mengalahkan segala ancaman," jelas pernyataan Pentagon.
"Kami siap untuk menggunakan seluruh kemampuan militer untuk membela tanah air AS dan sekutu kami."
- Cina memberlakukan sanksi dagang terhadap Korea Utara
- Rusia: Trump dan Kim seperti ‘anak TK’
- Sebut Trump ‘gila’, Kim Jong-un semakin yakin tindakannya benar
Pesawat pengebom Angkatan Udara AS B-1B Lancer dari Guam, didampingi oleh pesawat tempur Air Force F-15C Eagle dari Okinawa, Jepang, terbang di wilayah udara internasional, jelas Pentagon.
Penerbangan itu terjadi ditengah retorika panas antara dua pemimpin negara- setelah Trump menyampaikan komentarnya, Kim menyebut presiden AS sebagai "orang gila" dan "manula yang pikun".
'Penghinaan Trump sebuah kesalahan'
Dalam sidang umum PBB, menteri luar negeri Korea Utara Ri Yong-ho mengatakan Presiden AS Donald Trump berada dalam sebuah "misi bunuh diri".
Komentar Menlu Ri Yong-ho itu disampaikan meniru ucapan Trump di PBB pada Selasa ( 19/09) yang menyebut pemimpin Korea Utara Kim Jong-un merupakan "manusia roket dalam misi bunuh diri".
Ri menambahkan bahwa "penghinaan" Trump merupakan "sebuah kesalahan yang tidak dapat dipulihkan dan sehingga tak dapat dihindari" roket-roket Korea Utara akan menjangkau daratan AS.
Menlu Ri juga menyebut Trump "orang gila dan mengalami megalomania (merasa diri paling hebat)". Dia mengatakan Trump akan "membayar mahal" pidatonya, yang menyebut akan "benar-benar menghancurkan" Korea Utara jika AS dipaksa untuk mempertahankan diri atau sekutunya.
Ri menyampaikan komentar setelah pengumuman Pentagon, meski begitu, Ri tidak menanggapi pernyataan tersebut.
Korea Utara menolak untuk menghentikan uji coba rudal dan nuklir, meskipun terkena sanksi PBB. Para pemimpinnya mengatakan bahwa senjata nuklirnya merupakan satu-satunya pelindung daari ancaman negara luar yang ingin menghancurkannya.
- Dua pesawat pengebom AS latihan tempur dekat wilayah Korut
- Korea Utara akan merudal Guam 'dalam hitungan hari'
- Bagaimana Korut danai senjata nuklir? Tujuh hal yang harus Anda ketahui