Kamis, 16 April 2026

Penghuni Panti Jompo di Jepang Dibunuh Perawatnya Sendiri Akibat Sering Mengompol

Kemudian, pemuda 25 tahun itu melemparkan Fujisawa ke bak berendam, dan menuangkan air panas ke dalamnya.

Editor: Adi Suhendi
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi pelaku kejahatan. 

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang kakek penghuni panti jompo dibunuh perawatnya sendiri.

Alasannya, sang perawat kesal karena korban kerap mengompol saat malam.

Diberitakan Japan Times, Selasa (14/11/2017), polisi Tokyo meringkus Hisashi Minakawa karena dituduh membunuh pasiennya yang bernama Kan Fujisawa, berusia 82 tahun.

Baca: Gempa Perbatasan Iran-Irak Tewaskan Lebih dari 450 Orang, Terparah Sepanjang 2017

Pembunuhan itu terjadi saat malam pada 22 Agustus lalu.

Kepada polisi, Minakawa membunuh karena kesal korban sering mengompol di ranjangnya.

Fujisawa yang merupakan mantan wakil kepala sekolah sebuah SMA di Tokyo mengidap Parkinson.

Baca: Polisi Hentikan Interogasi Karena Tersangka Kentut Berulang Kali

Parkinson adalah kerusakan otak dan saraf progresif yang mempengaruhi gerakan.

Parkinson terjadi karena hilangnya sel-sel otak yang memproduksi dopamin.

Puncaknya, pada 22 Agustus, Fujisawa mengompol beberapa kali di ranjangnya selepas tengah malam.

Polisi menjelaskan, Minakawa yang naik pitam langsung mencekik Fujisawa menggunakan tali.

Baca: Kasus Korupsi Seret Nama Putri Kerajaan Arab Saudi Ini, Pernah Gelar Resepsi Mewah

Kemudian, pemuda 25 tahun itu melemparkan Fujisawa ke bak berendam, dan menuangkan air panas ke dalamnya.

"Saya sangat kesal dan tidak tahan lagi," kata Minakawa seperti ditirukan polisi yang menginterogasinya.

Minakawa bisa leluasa melakukannya karena saat itu, dia bertugas sendirian.

Ketika ditangkap, awalnya Minakawa mengelak sudah meghilangkan nyawa Fujisawa.

Baca: Suasana Haru Seorang Wanita Bertemu Pria Penerima Donor Wajah Mendiang Suaminya

Saat itu, Minakawa mengaku sudah melaporkan Fujisawa tewas dari telepon panti jompo.

Namun, dalam catatan polisi, tidak ada nama Minakawa.

Selain itu, saat investigasi, ditemukan fakta tenggorokan Fujisawa hancur yang artinya terjadi pencekikan.

Kepala panti jompo, Yukio Akiyama berkata institusinya akan bekerja sama dengan kepolisian.

"Kami juga akan memastikan insiden ini tidak akan terjadi di masa depan," kata Akiyama.

Penulis: Ardi Priyatno Utomo

Berita ini sudah dimuat di Kompas.com dengan judul: Perawat Panti Jompo di Jepang Bunuh Pasiennya karena Sering Mengompol

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved