Minggu, 10 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Wall Street Bangkit! S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor, Tembus 7.000 di Tengah Bayang Perang Iran

Wall Street melonjak! S&P 500 dan Nasdaq tembus rekor saat pasar bereaksi pada gencatan senjata Iran dan turunnya harga minyak.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Wall Street melonjak dengan S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi di tengah bayang perang Iran.
  • Optimisme gencatan senjata dan turunnya harga minyak memicu reli cepat dalam dua pekan terakhir.
  • Namun analis memperingatkan risiko tetap tinggi karena ketidakpastian geopolitik dan harga energi global.

 

TRIBUNNEWS.COM - Wall Street kembali menggila, pada Rabu, 15 April 2026.

Indeks utama Amerika Serikat, S&P 500 dan Nasdaq Composite, kompak mencetak rekor tertinggi baru di tengah ketidakpastian perang Iran.

CNN melaporkan reli tajam ini terjadi hanya dua pekan setelah pasar global terguncang oleh konflik AS-Israel dengan Iran.

Pada Rabu, S&P 500 naik 0,8 persen ke level 7.022,95 poin, menembus rekor sebelumnya.

Nasdaq melesat 1,59 persen ke 24.016,02 poin, memperkuat dominasi saham teknologi dalam reli pasar.

Lonjakan ini sekaligus menghapus seluruh kerugian yang sempat terjadi sejak perang pecah pada akhir Februari.

Pasar kini bergerak cepat, berbalik arah dari tekanan tajam menjadi reli agresif dalam waktu singkat.

Baca juga: Astra Agro Lestari Bagikan Dividen Rp458 per Saham dan Tetapkan Direksi Baru

Investor memburu saham setiap ada sinyal meredanya konflik.

Harapan pada gencatan senjata AS-Iran menjadi pemicu utama lonjakan pasar, meski kesepakatan itu masih rapuh.

Penurunan harga minyak dari level puncak juga memperkuat sentimen positif di Wall Street.

Reuters melaporkan musim laporan keuangan yang solid turut mendorong optimisme investor terhadap prospek ekonomi.

Dalam dua pekan, S&P 500 melonjak lebih dari 10 persen dan mencatat kenaikan di hampir seluruh sesi perdagangan.

Nasdaq bahkan mencatat reli 11 hari beruntun, menandai momentum kuat sektor teknologi sebagai motor utama pasar.

“Ini merupakan pemulihan berbentuk V lainnya,” kata Ed Yardeni, analis senior Wall Street.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved