Senin, 1 Juni 2026

Para ilmuwan dan akhir legenda Yeti, makhluk misterius penghuni Himalaya

Tahun 1832 sebuah jurnal menerbitkan laporan seorang penjelajah Inggris tentang seekor makhluk yang penuh bulu panjang dan gelap yang dilihatnya

Tayang:

Pada tahun 1925, fotografer N. A. Tombazi mencatat pengalamannya melihat Yeti, yang disebutkan sebagai sesosok makhluk tinggi dan telanjang yang menarik-narik tanaman rhododendron di ketinggian 4.500 meter, .

Sesaat sebelum dimulainya Perang Dunia Kedua, kaum Nazi tertarik untuk meneliti sosok Yeti ini, dan mengirim sebuah ekspedisi ke Nepal untuk menyelidikinya.

Dan pada waktu itu pun, lebih dari 100 tahun yang lalu, penjelajah Ernst Schäfer bahkan menyimpulkan bahwa Yeti hanyalah seekor beruang.

Himalaya
Getty Images
Foto ini diambil pada tahun 1951 oleh Eric Shipton dan memicu minat kalangan internasional terhadap penemuan Yeti.

Daily Mail bahkan ikut terlibat

Surat kabar Daily Mail Inggris mengirim ekspedisi ke Nepal pada tahun 1953.

Mereka mencetak sebuah artikel setahun kemudian tentang penemuan kulit kepala Yeti. Tapi ketika melihat laporan mereka, Profesor Frederic Wood Jones menyimpulkan bahwa itu bukanlah kulit kepala bukan pula berasal dari seekor berjenis kera.

Reinhard
Getty Images
Reinhold Messner mengatakan bahwa ia menjumpai sosok Yeti, namun itu hanya jenis beruang langka (yang dia bunuh).

Teori beruang telah populer sejak tahun 80-an

Pada tahun 1986, pendaki gunung asal Italia Reinhold Messner, mengklaim bahwa makhluk misterius itu adalah spesies beruang yang terancam punah - entah itu beruang coklat Himalaya atau beruang biru Tibet - yang bisa berjalan dengan kaki belakang mereka.

Ia mengatakan telah membunuh seekor 'Yeti' saat menjumpainya di Nepal, yang berarti salah satu dari spesies ini menjadi terancam punah lebih dalam lagi setelah berurusan dengan Reinhold.

Ekspedisi-ekspedisi terbaru juga tak banyak mengungkap

Para penjelajah dan penggemar Yeti terus bergiat sampai saat ini, namun secara tidak mengejutkan, mereka tidak menemukan apapun sama sekali.

Namun bahkan temuan baru ini pun tidak mencegah orang-orang yang fanatik dan menganggap sosok Yeti yang sesungguhnya masih di luar sana.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved