Iran Berhasil Ciptakan Rudal Anti-Tank Jenis Baru Berjuluk 'Halilintar'

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berhasil menciptakan sebuah rudal anti-Tank jenis baru secara independen.

BBC
Rudal balistik jarak jauh Iran, Shahab 2 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berhasil menciptakan sebuah rudal anti-Tank jenis baru secara independen.

Rudal yang diberi nama 'Azarakhsh' (Halilintar) ini dapat dipasang pada helikopter militer sebagai senjata tempur untuk ketinggian rendah.

Rudal anti-tank dengan panjang 3 meter, berkaliber 127 mm, serta berat 70 kilogram ini memiliki jarak tembak 10 km.

Baca: Abu Bakar Baasyir Bersikukuh Ingin Jadi Tahanan Rumah

Sebelum ini Iran juga sudah memulai produksi rudal baru yang mampu menyerang pesawat musuh dan pesawat tanpa awak di ketinggian.

Negeri Para Mullah itu disebut-sebut terus mendorong pertumbuhan industri senjata dalam negerinya.

Baca: Baasyir Tidak Mau Ajukan Grasi, Ini Alasannya

Seperti dikutip dari Al Araby pada Senin (24/7/2017) rudal Sayyad 3 dilaporkan mampu mencapai ketinggian 27 kilometer dan menembak jatuh pesawat, helikopter, pesawat tanpa awak, dan rudal jelajah.

Teheran menegaskan, pengembangan dan produksi senjata serta fokus atas industri persenjataan dibutuhkan untuk membela diri dari tetangga yang bermusuhan dan kekuatan dunia lainnya.

Baca: Abu Bakar Baasyir Harus Bersusah Payah Masuk Mobil Tinggalkan RSCM

"Kami baru-baru ini menyaksikan sebuah pembelian besar-besaran di kawasan dan mereka berniat membawa senjata ke wilayah tersebut, dan pembelian ini bertujuan mengancam Iran," ujar Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan.

"Rudal Sayyad 3 merupakan salah satu sistem pertahanan udara paling canggih di dunia, mampu menghantam di ketinggian, dan dalam jarak jauh. Sayyad 3 dirancang berdasarkan teknologi terkini di dunia."

"Rudal Sayyad 3 dapat digunakan untuk berbagai jenis ancaman, seperti pesawat tempur yang bermanuver, pesawat tanpa awak, rudal jelajah, helikopter, serta berbagai jenis pesawat modern dengan kemampuan dan kecepatan manuver yang tinggi...dalam wilayah operasinya," imbuh dia.

Rudal tersebut akan menambah armada pertahanan udara Iran yang sebelumnya telah dilengkapi dengan sistem S-300 buatan Rusia.(China Radio International)

Berita Populer
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved