Sabtu, 18 April 2026

Iran tahan 35 perempuan yang mencoba nonton sepak bola di stadion

Pihak berwenang Iran mengatakan 35 perempuan yang mencoba masuk ke dalam stadion untuk menonton sepak bola ditahan hingga pertandingan berakhir.

Iran, sepak bola
Getty Images
Sejak Revolusi Islam tahun 1979, hanya laki-laki yang boleh menonton sepak bola di stadion.

Iran menahan 35 perempuan yang berupaya masuk ke stadion untuk menonton langsung pertandingan sepak bola di ibukota Teheran.

Mereka ingin menonton pertandingan derby atau klub satu kota,Teheran, antara Esteqlal dan Persepolis di Stadion Azadi, yang juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino bersama Menteri Olahraga Iran, Masoud Soltanifar.

Upaya para perempuan itu untuk masuk ke stadion dalam satu kelompok besar tampaknya dilakukan untuk menarik perhatian Infantino.

Juru bicara Kementrian Dalam Negeri, Seyyed Salman Samani -seperti dikutuip kantor berita semi pemerintah ISNA- mengatakan para perempuan tersebut tidak ditahan namun dipindahkan ke 'tempat yang tepat' oleh polisi.

'Pemindahan' itu disebut hanya ditempuh sampai pertandingan selesai.

Iran, perempuan
Getty Images
Sebelum pertandingan muncul seruan di media sosial agar perempuan menonton pertandingan di Stadion Azadi.

Sementara itu siaran berita langsung di TV diputus mendadak untuk semenara waktu ketika seorang wartawan menanyakan kepadaka Soltanifar 'kapan perempuan diizinkan untuk menonton sepak bola'.

Sehari sebelumnya, muncul seruan di media sosial untuk menggelar protes menonton larangan perempuan tersebut di luar Stadion Azadi.

Seorang pegiat perempuan, Masih Alinejad, mengerukan agar para perempuan datang untuk menonton pertandingan Kamis (01/03) tersebut.

Pengguna media sosial lainnya mengatakan adalah 'hak dasar' perempuan untuk masuk ke stadion dengan pria dan pertandingan itu merupakan 'kesempatan terbaik untuk menerobos tabu yang sudah berusia 35 tahun.'

Azadi artiya adalah 'kebebasan' dalam Bahasa Farsi dan seorang pengguna Twitter mengangkat kemunafikan dari 'menamakan stadion dengan kebebasan namun melarang setengah penduduk untuk masuk'.

Iran melarang perempuan menonton pertandingan sepak bola sejak Revolusi Islam tahun 1979.

Sumber: BBC Indonesia
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved