Kematian kapten Fiorentina, Davide Astori, guncangkan Italia
Peristiwa kematian mendadak kapten klub Fiorentina dan pemain bertahan Tim Nasional membuat publik Italia dan penggemar sepak bola tersentak.
Sedemikian erat hubungan Astori dengan klub dan kota Cagliari, dia membuka kedai es krim Cremoso bersama mantan rekan satu timnya, Lorenzo Ariaudo.
Penampilan mumpuni Astori selama membela klub asal Pulau Sardinia itu membuatnya dipanggil memperkuat timnas Italia. Tercatat dia telah membela negaranya sebanyak 14 kali dalam laga resmi.
Gol yang dia cetak ke gawang Uruguay pada Piala Konfederasi 2013 lalu merupakan gol pertama yang dijaringkan pemain dari klub Sardinia sejak era Gigi Riva pada era 1970-an.
Oleh sebab itulah, Astori amat disanjung penduduk pulau tersebut. Apalagi, Astori memutuskan untuk menolak tawaran menggiurkan dari Spartak Moskow pada 2012 sehingga dia bisa bertahan di Cagliari.
Dua tahun berikutnya Astori memilih hijrah ke AS Roma guna mendapat kesempatan meraih gelar juara Serie A dan bermain di Liga Champions.
"Pemain yang hebat dan sosok yang lebih hebat lagi," sebut Radja Nainggolan, gelandang asal Belgia keturunan Indonesia yang sempat bermain bersama Astori di AS Roma.
Rudi Garcia, pelatih AS Roma saat Astori memperkuat klub ibu kota Italia itu, menyebut Astori sebagai "pria dan pemain profesional panutan."
Astori tidak lama berkostum AS Roma. Setahun berikutnya dia dipinjam ke Fiorentina dan pada 2016 menjadi pemain permanen.
Direktur klub Fiorentina, Andrea Della Valle, mengungkapkan bahwa Astori rencananya akan menandatangani kontrak baru pada Senin (05/03), setelah sempat tertunda karena cuaca buruk pada Kamis (01/03).
Bangkitkan kenangan
Kematian Astori menyentak Italia dan penggemar dunia sepak bola yang lupa bahwa para pemain adalah manusia juga. Walau kesehatan mereka terus-menerus dipantau dan senantiasa mendapat saran serta perawatan medis terbaik, namun mereka pun rapuh seperti manusia kebanyakan.
Tragedi yang menimpa Astori telah membangkitkan kenangan tentang kemarian pemain Perugia, Renato Curi, pada 1977; pesepakbola AS Roma, Giuliano Taccola, pada 1969; serta punggawa Livorno, Piermario Morosini, pada 2012.
"Saya paham penderitaannya, bagaimana rasa sakit yang Anda kini alami. Sebab saya melaluinya ketika Antonio Puerta meninggal dunia (di Sevilla)," tulis direktur olahraga AS Roma, Monchi, merujuk peristiwa kematian Puerta dalam pertandingan Liga Spanyol pada 2007 lalu.
Memproses semuanya memang sulit. Namun, meminjam kalimat mantan manajer AC Milan dan timnas Italia, Arrigo Sacchi, "Sepak bola adalah hal paling penting dari semuanya yang tidak penting dalam kehidupan."
Astori meninggalkan istrinya, Francesca, dan seorang putri berusia dua tahun, Vittoria.
Sejumlah karangan bunga diletakkan untuk menghormati sang mendiang di Stadio Artemio Franchi.