Model Inggris berhijab: Bagaimana hijab menjadi pernyataan sikap
Jika Anda melihat penampilan perempuan muda berusia 20 tahun ini, Anda mungkin tidak mengira ia akan menjadi bintang besar dunia mode.
Kita melihat ratusan dari mereka yang begitu bersemangat membanjiri pusat kota London untuk menghadiri acara Modest Fashion. Dengan mengenakan tunik cerah, hijab sutra, dan gaun panjang buatan desainer, mereka tak henti mengambil foto selfie untuk diunggah di media sosial.
Mereka memiliki daya beli yang tinggi dan datang untuk melihat apa yang ditawarkan oleh para desainer Muslim dari seluruh dunia. Hijab dalam berbagai bentuk, ukuran dan warna adalah aksesori pilihan.
Pasar yang tengah melejit
Begitu banyak perancang turban, hijab, dan gamis, menggambarkan dengan jelas mengapa pasar mode Islam bisa bernilai $368 miliar atau sekitar Rp5 triliun pada tahun 2021.
Di dunia olahraga, dampaknya juga sudah terlihat. Awal tahun ini, perusahaan raksasa olahraga Nike mengeluarkan produk hijab olahraga pertamanya dengan model Zahra Lari - atlet seluncur pertama yang berkompetisi mengenakan hijab.
Ini sangat berbeda dengan masa lalu di Inggris. Kami sama-sama dari latar belakang Muslim, tetapi memakai hijab itu bukan hal biasa, terutama di kalangan perempuan muda.
Jilbab tidak dipandang sebagai pakaian modis ketika dikenakan, tetapi merupakan ekspresi diam-diam konservatisme Islam.
Jadi bagaimana hijab bisa menjadi populer?
Faeeza Vaid dari Jaringan Perempuan Muslim yakin bahwa politik telah memainkan peran.
"Meskipun beberapa diantaranya menyebutkan 'alasan agama', hijab adalah bagian dari ekspresi dalam konteks ketika identitas mereka tengah ditantang," katanya.
"Bagi banyak anak muda dewasa ini, sejarah mereka dimulai setelah peristiwa 11 September atau yang dikenal dengan nama 9/11. Kaum muda Muslim tumbuh dengan pertanyaan tidak masuk akal seperti 'apakah Anda orang Inggris atau Muslim?'. Dalam diperlakukan sebagai 'orang lain', kebutuhan untuk menjadi lebih kuat, dan identitas agama menjadi tempat di mana orang-orang mencari ketenangan. "
Hal ini tentu berlaku untuk Mariah Idrissi yang berusia 25 tahun. Dengan lebih dari 70.000 pengikut di Instagram, dia adalah salah satu bintang media sosial di acara Modest Fashion ini. Dia juga muncul di iklan retail pakaian Swedia, H & M.
"Saya memilih untuk mengenakan hijab sekitar delapan tahun yang lalu," katanya.
"Ini bagian dari saya dan bagian dari karir saya. Ini bagian dari identitas saya. Saya melihat media Barat tidak menampilkan Muslim dengan patut. Kalau ada yang tampil, ternyata tidak sesuai harapan.
Jadi saya ingin berada di media dan menggunakan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. "