Jumat, 1 Mei 2026

Milisi Muslim Rohingya dituduh membantai umat Hindu di Myanmar

Kelompok milisi Muslim Rohingya di Myanmar telah membunuh puluhan warga sipil penganut Hindu dalam rangkaian serangan pada Agustus 2017 lalu,

Tayang:

Akan tetapi, jenazah-jenazah di dalam kuburan itu bukanlah jasad warga Muslim. Menurut pemerintah Myanmar, jenazah-jenazah itu adalah warga Hindu yang dibunuh kelompok milisi Arsa.

Sejumlah wartawan dibawa ke lokasi kejadian untuk melihat kuburan tersebut dan jasad-jasadnya. Meski demikian, sikap pemerintah Myanmar yang terus menolak kehadiran penyelidik independen bidang HAM ke negara bagian Rakhine menimbulkan keraguan mengenai duduk perkara di Desa Ah Nauk Kha Maung Seik dan tetangganya, Desa Ye Bauk Kyar.

Fakta bahwa pemerintah Myanmar membantah aparatnya melakukan pelanggaran, walau ada begitu banyak kesaksian, menyebabkan klaim mengenai kuburan massal tambah disangsikan.

Saat itu, kelompok Arsa membantah terlibat dalam pembantaian tersebut. Selama empat bulan terakhir, kelompok itu tidak merilis pernyataan publik apapun.

Myanmar mengeluhkan pemberitaan sepihak mengenai konflik di Rakhine, namun banyak media asing, termasuk BBC, melaporkan pembunuhan warga Hindu pada September lalu.


Selain menuding kelompok Arsa melakukan pembantaian, Amnesty juga mengkritik "aksi kekerasan tak berdasar hukum dan sangat tidak proporsional yang dilakukan aparat keamanan Myanmar".

"Serangan mengerikan Arsa diikuti aksi pembersihan etnik militer Myanmar terhadap populasi Rohingya secara keseluruhan."

Menurut Tirana Hassan dari Amnesty International, investigasi ini "menyingkap pelanggaran hak asasi manusia oleh Arsa yang sebagian besar kurang dilaporkan selama sejarah kelam yang tak terkatakan di Negara Bagian Rakhine baru-baru ini ."

"Sulit mengabaikan kebrutalan aksi Arsa, yang menyisakan bekas pada para penyintas yang kami wawancarai. Pertanggungjawaban atas aksi keji ini sangat krusial sebagaimana kejahatan tehadap kemanusiaan yanh dilakukan aparat keamanan Myanmar di negara Bagian Rakhine di bagian utara," paparnya.

Rohingya refugees wait for humanitarian aid to be distributed at the Balu Khali refugee camp in Cox's Bazar, Bangladesh 5 October 2017.
Reuters
Hampir 700.000 orang Rohingya, sebagian terdiri dari perempuan dan anak-anak, kabur ke Bangladesh sejak Agustus 2017 lalu.

Arsa membantah tuduhan melakukan pembunuhan terhadap penduduk desa. Mereka menyebut tuduhan itu "kebohongan".

Kelompok Arsa melancarkan serangan subuh pada 25 Agustus 2017 terhadap sekitar 30 pos polisi dan militer Myanmar.

Aksi ini memicu operasi balasan militer, yang menyebabkan lebih dari setengah juta umat Islam Rohingya mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh.

Komunitas Rohingya, dianggap Myanmar sebagai migran ilegal dari Bangladesh, meski mereka sudah berada di Myanmar selama beberapa generasi.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved