Tentara Wanita Ini Disebut-sebut Penembak Jitu yang Tewaskan Razan, Simak Infonya Di Sini
Kematian Razan yang notabene-nya seorang perempuan dan juga paramedis ini sudah melanggar kode etik.
TRIBUNNEWS.COM - Kematian Razan al Najjar pada hari Jumat (1/6/2018) lalu ini menuai kecaman dari masyarakat dunia.
Mengapa tidak? Kematian Razan yang notabene-nya seorang perempuan dan juga paramedis ini jelas-jelas sudah melanggar kode etik.
Seorang sniper atau penembak jitu, meski dilatih mati-matian untuk membunuh target dengan prinsip ‘satu peluru satu nyawa’ para sniper memiliki kode etik.
Apa itu? Mereka tidak diperkenankan membunuh wanita, anak-anak, dan orang yang tidak bersenjata.
Hal itu tercantum juga dalam aturan perang Internasional dari Konvensi Jenewa yang menyebutkan paramedis dilarang ditembak mati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/razan-al-najjar_20180604_120739.jpg)