Iran Vs Amerika Memanas
Perang Iran-Israel Pecah Lagi: Wilayah Udara Timur Tengah Ditutup, Penerbangan Indonesia Waspada
Negara Timur Tengah mengambil langkah darurat dengan menutup wilayah udara dan menghentikan operasional penerbangan karena perang Iran-Israel
Perang Iran-Israel Pecah Lagi: Wilayah Udara Timur Tengah Ditutup, Penerbangan Indonesia Ikut Waspada
Ringkasan Berita:
- Eskalasi terbaru Iran-Israel mendorong Irak, Suriah, dan Iran menutup atau membatasi wilayah udara, sementara sejumlah maskapai membatalkan penerbangan.
- Gangguan ini berpotensi memengaruhi penerbangan internasional, termasuk rute haji dan umrah yang digunakan jamaah asal Indonesia.
- Untuk penerbangan domestik di Indonesia, operasional masih berjalan normal, namun maskapai dan otoritas diperkirakan terus memantau perkembangan situasi.
TRIBUNNEWS.COM - Eskalasi militer terbaru antara Iran dan Israel mulai berdampak pada sektor penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Setelah Iran meluncurkan rudal ke Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata pada April lalu, sejumlah negara mengambil langkah darurat dengan menutup wilayah udara dan menghentikan operasional penerbangan sebagai tindakan pencegahan.
Baca juga: IRGC Iran Luncurkan Operasi Nasr Serang Israel: Houthi Blokade Laut Merah, AS Minta Tel Aviv Sabar
Wilayah Udara Timur Tengah Ditutup
Situasi ini menjadi perhatian bagi industri penerbangan global, termasuk Indonesia.
Meski penerbangan domestik di Indonesia sejauh ini tidak terdampak langsung dan tetap beroperasi normal, perkembangan konflik berpotensi memengaruhi penerbangan internasional, khususnya rute menuju Timur Tengah yang banyak digunakan untuk perjalanan haji, umrah, maupun penerbangan penghubung ke Eropa.
Otoritas Penerbangan Sipil Irak mengumumkan penutupan wilayah udara selama 72 jam untuk seluruh penerbangan masuk, keluar, dan transit.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi keamanan yang terus diperbarui seiring perkembangan situasi regional.
Sebagai tindak lanjut, Iraqi Airways menghentikan seluruh penerbangan terjadwal selama masa penutupan wilayah udara.
Maskapai itu menyatakan keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi prioritas utama dan meminta masyarakat mengikuti informasi resmi mengenai perubahan jadwal.
Di Suriah, Otoritas Umum Penerbangan Sipil menutup koridor udara bagian selatan selama 12 jam dan menghentikan sementara operasional Bandara Internasional Damaskus.
Pemerintah Suriah juga menunda keberangkatan jamaah haji dari Madinah menuju Aleppo dan Damaskus hingga situasi dinilai aman.
Langkah serupa dilakukan Yordania.
Royal Jordanian Airlines membatalkan sejumlah penerbangan ke Irak serta rute menuju Suriah dan Lebanon karena penutupan wilayah udara di negara-negara tersebut. Maskapai itu memastikan penerbangan lain dari Amman tetap berjalan sesuai jadwal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rudal-Iran-di-Bandara-Kuwait.jpg)