Piala Dunia 2018: Iran kalah tapi aksi jungkir balik pemainnya jadi sorotan utama
Aksi salto pemain belakang Iran, Milad Mohammadi, dalam laga melawan Spanyol melahirkan gelombang komentar histeris di media sosial
Inilah momen yang paling menyita perhatian saat Spanyol mengalahkan Iran 1-0.
Bukan, bukan saat Diego Costa mencetak gol kemenangan Spanyol, atau gol Iran yang dicetak Saeid Ezatolahi, tetapi kemudian dianulir wasit karena dianggap offside.
Bukan sama sekali. Tapi, momen saat pemain bertahan Iran, Milad Mohammadi, berada di pinggir lapangan saat hendak melakukan lemparan ke dalam yang kemudian melahirkan banyak komentar di media sosial.
- Uruguay dan Rusia maju ke babak 16 besar Piala Dunia; Saudi, Mesir, Maroko tersingkir
- Piala Dunia 2018: Pendukung timnas Jepang bersihkan stadion usai laga lawan Kolombia
- Warga Indonesia berburu tiket Piala Dunia 2018: 'Saya antre sembilan jam'
Menjelang wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan dan Iran masih punya seberkas harapan untuk menyamakan kedudukan agar laga melawan juara dunia 2010, Spanyol, berakhir seri, Mohammadi justru asyik 'memainkan' bola di pinggir lapangan sesudah bola ke luar untuk Iran.
Dia mengambil bola, lalu menciumnya dan melangkah mundur satu langkah ke belakang, menunjuk ke langit, tampaknya tanda meminta pertolongan Yang di Atas.
Lalu dia berlari dan melakukan salto untuk melakukan lemparan ke dalam. Namun sesudah sekali gerakan jungkir balik, yang bikin penonton mengernyitkan kening atau berseru bingung, dia batal melakukan lemparan ke dalam.
Dan akhirnya melakukannya dengan biasa saja, dengan cara konvensional.
Inilah komentar-komentar para pengamat dalam siaran langsung di Radio 5 BBC:
Chris Sutton: " Inilah momen yang dinantikan bagi Iran, sekaligus peluang untuk menyamakan kedudukan."
Alistair Bruce-Ball: "Tapi 30 detik berlalu begitu saja. Pemain Iran Milad Mohammadi menyia-nyiakan waktu saat hendak melempar bola ke dalam. Ada satu, dua, tiga, empat, lima, enam pemain Iran di kotak penalti."
Sutton: "Mereka sepertinya siap mencetak gol."
Bruce-Ball: "Tapi lihat: Mohammadi mencium bola dan siap-siap melemparkan bola. Oh, dia melakukan salto. Apa yang dia lakukan?"
Sutton: *tertawa geli*
Bruce-Ball: "Dia sudah melakukan salto dan siap melemparkannya."