Jumlah bintang di alam raya diklaim lebih banyak dari seluruh butir pasir di muka Bumi
Pernahkah berpikir berapa kira-kira jumlah bintang di alam raya? Apakah jumlah lebih banyak dari jumlah butir-butir pasir yang ada di muka Bumi
Pernahkah membayangkan berapa jumlah bintang di alam raya ketika Anda melihat atau menikmati kerlap-kerlip benda angkasa ini di malam hari?
"Jumlah keseluruhan bintang di alam semesta lebih banyak dari butiran-butiran pasir di semua pantai yang ada di muka Bumi," kata astronom Amerika Serikat, Carl Sagan, yang langsung terkenal saat ia mengucapkannya pada 1980-an.
Pertanyaannya, apakah klaim Sagan ini benar?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus mengetahui terlebih dulu metode menghitung jumlah bintang di alam raya.
Kita bisa memakai pendekatan yang dilakukan Gerry Gilmore, astronom dan guru besar di Universitas Cambridge, Inggris, yang terlibat dalam proyek Gaia, yang antara lain memetakan langit dan menghitung jumlah bintang di Bima Sakti, galaksi tempat kita berada.
Dari data yang dikumpulkan, tim Gaia menyusun model tiga dimensi Bima Sakti, untuk menentukan jumlah bintang di galaksi ini.
Gilmore mengatakan berdasarkan data pertama, ada sekitar dua miliar bintang di Bima Sakti.
"Itu sekitar 1% dari total bintang di galaksi ini," kata Gilmore kepada BBC.
- Apakah 'bintang gelap' turut membentuk semesta?
- Mungkinkah kita membangun 'museum' di ruang angkasa?
- Inilah sejumlah tempat di tata surya yang memungkinkan kita untuk hidup
- Planetarium tertua dunia yang masih berfungsi dengan baik
Berdasarkan data ini, jika 1% setara dengan dua miliar bintang, maka jumlah keseluruhan bintang di Bima Sakti bisa jadi adalah 200 miliar bintang.
Dan ini hanya di satu galaksi saja.
Jadi, bagaimana kita menghitung jumlah bintang-bintang yang ada di semua galaksi di alam semesta?
Bima Sakti adalah satu dari beberapa jenis galaksi yang kita kenal. Hampir semua galaksi di alam raya ini memiliki jumlah bintang yang kira-kira sama dengan jumlah bintang yang ada di Bima Sakti, kata Profesor Gilmore.
Kalau kita bisa memperkirakan jumlah galaksi, maka kita bisa memperkirakan jumlah total bintang di jagat raya.
Gilmore menjelaskan, untuk mengetahui galaksi yang sejenis dengan Bima Sakti, kita harus memahami seberapa cerah galaksi tersebut. Apakah mirip dengan Bima Sakti atau berbeda sama sekali tingkat kecerahannya.