Breaking News:

Digertak, Iran Balik Ancam Ledakan Rudalnya Pangkalan Militer AS di Kawasan Teluk

Pemerintah Iran mengancam bakal melancarkan serangan ke pangkalan Amerika Serikat yang ada di kawasan Teluk.

WSJ
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Pemerintah Iran mengancam bakal melancarkan serangan ke pangkalan Amerika Serikat yang ada di kawasan Teluk.

Dikutip Tribun Jabar dari Kompas.com, ancaman tersebut datang seiring meningkatkan ketegangan antara Washington dengan Teheran.

Amirali Hajizadeh, kepala divisi ruang udara Garda Revolusioner Iran, mengatakan, pangkalan AS di wilayah Teluk dan Afghanistan berada dalam jarak jangkauan rudal Iran.

Hajizadeh bangkan secara khusus menyebut pangkalan dan kapal induk AS yang ada di Uni Emirat Arab, Qatar, dan Afghanistan sebagai sasaran yang memungkinkan.

"Mereka berada dalam jangkauan (rudal) kami dan kami dapat menyerang mereka jika mereka (AS) bergerak," katanya, dilansir The New Arab dari Reuters, Kamis (22/11/2018).

Ancaman Iran tersebut disampaikan dengan mengacu pada AS yang mengatakan bakal menggunakan kekuatan militernya terhadap Teheran.

Jenderal Iran itu mengatakan bahwa rudal-rudal kendali milik Teheran dengan presisi tinggi dapat menghantam pangkalan udara al-Udaid di Qatar, markas al-Dhafra di UEA, serta pangkalan Kandahar di Afghanistan.

Selain tiga pangkalan tersebut, AS juga memiliki pangkalan lain di kawasan tersebut, serta Armada Kelima yang ada di Bahrain.

Sebelumnya, AS telah kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran yang bertujuan untuk melumpuhkan perekonomian Teheran.

Sanksi yang mulai diberlakukan 5 November lalu itu menargetkan ekspor minyak Iran dan perbankannya.

Iran sebelumnya juga telah mengancam akan menargetkan pengiriman melalui jalur laut yang melalui Selat Hormuz.

Presiden Iran Hassan Rouhani juga telah memperingatkan Washington akan peluang situasi perang apabila sanksi terus dilanjutkan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Ancam Rudalnya Bisa Serang Pangkalan AS di Kawasan Teluk"

Editor: Sugiyarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved