Rabu, 27 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Israel Klaim Telah Bunuh Kepala Sayap Militer Baru Hamas Mohammed Odeh Bersama Istri dan Anaknya

Badan intelijen Israel, Shin Bet mengaku telah membunuh Kepala Sayap Militer Hamas yang baru, Mohammed Odeh dalam serangan rudal di Gaza.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Pasukan Pertahanan Israel (IDF) bersama badan intelijen Shin Bet mengonfirmasi bahwa kepala sayap militer baru Hamas, Mohammed Odeh tewas dalam serangan udara.
  • Mohammed Odeh tewas pada Selasa (26/5/2026) bersama istri dan anak-anaknya di lingkungan Rimal, Kota Gaza bagian barat.
  • Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memuji kerja sama IDF dan Shin Bet atas apa yang ia sebut sebagai "eksekusi yang gemilang".

TRIBUNNEWS.COM - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan badan intelijen Shin Bet mengonfirmasi bahwa kepala sayap militer baru Hamas, Mohammed Odeh, tewas dalam sebuah serangan udara brutal di Jalur Gaza bagian utara, Selasa (26/5/2026).

Menurut keterangan resmi militer Israel, operasi udara tersebut menargetkan beberapa bangunan di Kota Gaza yang digunakan sebagai tempat persembunyian Odeh.

Serangan diluncurkan setelah intelijen Israel melacak pergerakan Odeh serta para ajudannya selama berbulan-bulan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memuji kerja sama IDF dan Shin Bet atas apa yang ia sebut sebagai "eksekusi yang gemilang".

"Kami telah berjanji untuk mengeliminasi siapa saja yang memimpin pembantaian 7 Oktober, dan itulah yang akan kami lakukan," ujar Katz, mengutip The Times of Israel.

Katz juga menambahkan bahwa Mohammed Odeh merupakan komandan keempat dari sayap militer Hamas di Gaza yang berhasil mereka tewaskan.

Kematian Odeh terjadi hanya berselang 11 hari setelah pendahulunya, Izz al-Din al-Haddad, tewas dalam serangan serupa pada pertengahan Mei.

Sebelumnya, sejumlah media lokal di Gaza yang berafiliasi dengan Hamas melaporkan bahwa Mohammed Odeh tewas di lingkungan Rimal, Kota Gaza bagian barat.

Berdasarkan laporan tersebut, Odeh dilaporkan tewas bersama istri dan anak-anaknya.

Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan setidaknya tiga orang tewas dan 20 lainnya luka-luka akibat serangan di kawasan padat penduduk tersebut.

Dalam sebuah pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menhan Israel Katz menyebut Odeh sebagai "salah satu arsitek" di balik serangan lintas batas pada 7 Oktober 2023.

Baca juga: Serangan di Lebanon Tewaskan 31 Orang, Israel: Ini Balasan untuk Hizbullah

Sebelum ditunjuk memimpin sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, Odeh menjabat sebagai kepala staf intelijen militer kelompok tersebut.

Odeh, yang diperkirakan berusia akhir 40-an hingga awal 50-an, menghabiskan seluruh hidupnya di Gaza dan aktif dalam unit keamanan Hamas.

Pihak intelijen Israel mengklaim bahwa sebelum serangan 7 Oktober, Odeh bertugas memetakan titik-titik lemah pertahanan perbatasan militer Israel di Divisi Gaza.

Pihak militer Israel menilai bahwa tewasnya Odeh memberikan "pukulan telak" bagi upaya Hamas untuk membangun kembali struktur komando militernya.

Sosok Mohammed Odeh

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved