Bos Nissan Jepang Ghosn Dibebaskan Besok Dengan Jaminan Uang Sedikitnya 100 Juta Yen

Apakah tidak ditakutkan Ghosn kabur kalau dilepaskan karena punya tiga paspor, Perancis, Lebanon dan Brazil?

Richard Susilo
Daftar tersangka yang membayar uang jaminan dengan besaran uang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM TOKYO - Besok Jumat (21/12/2018) diperkirakan kuat mantan pimpinan Nissan Jepang Carlos Ghosn (64) akan dibebaskan dari penjara kejaksaan Jepang.

Pihak kejaksaan meminta pengadilan agar memperpanjang tahanan Ghosn tetapi ditolak pengadilan karena menganggap semua bukti sudah ada dan sudah jelas dan diperkirakan Ghosn tidak akan kabur.

"Permintaan jaksa memperpanjang masa tahanan Ghosn ditolak pengadilan wajar saja menrut saya karena semua bukti kelihatannya sudah jelas di mata pengadilan," papar Akira Kitani mantan hakim Jepang Kamis ini (20/12/2018).

Apakah tidak ditakutkan Ghosn kabur kalau dilepaskan karena punya tiga paspor, Perancis, Lebanon dan Brazil?

"Tidak ada yang perlu ditakuti, Ghosn saya rasa tidak akan kabur ke luar dari Jepang. Namun jangan sampai dia menghancurkan atau membuang bukti-bukti yang ada ya," tambah Kitani lagi.

Untuk ke luar dan diperkirakan kuat besok ke luar dari tahanan kejaksaan Jepang, Ghosn harus membayar uang jaminan sedikitnya 100 juta yen.

"Ghosn dituduh menggelapkan sekitar 5 miliar yen tidak bayar pajak. Jadi jaminan untuk ke luar dari tahanan sedikitnya 100 juta yen mungkin," papar sumber Tribunnews.com yang lain.

Sebagai perbandingan seorang pengusaha daging yang melakukan pemalsuan Mitsuru hanan dikenakan uang jaminan 2 miliar yen supaya bisa ke luar penjara.

Lalu orang nomor dua yakuza terbesar Jepang Yamaguchigumi, Kiyoshi Takayama dikenakan 1,5 miliar yen uang jaminan.

Kemudian kasus insider trading Murakami Fund, Yoshiaki Murakami dikenakan 700 juta yen sebagai jaminan.

Dan bos Livedoor Takafumi Horie yang melakukan penipuan sekuritas di tahun 2006, dikenakan 500 juta yen sebagai uang jaminan ke luar tahanan.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved