Setelah Penembakan Di Pasar Natal, Kini Giliran Stasiun Kereta Strasbourg Diancam Bom
Strasbourg saat ini masih dalam status siaga tinggi, setelah insiden penembakan yang terjadi di Pasar Natal pada awal bulan ini.
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, STRASBOURG - Stasiun kereta api utama di Pasar Natal Strasbourg, Prancis Timur ditutup dan semua orang yang ada di lokasi itu dievakuasi pada Kamis malam waktu setempat, setelah mendapat laporan adanya paket mencurigakan.
Pada pukul 21.00 waktu setempat, aparat kepolisian Strasbourg telah memberikan penjelasan, namun belasan kereta api dan ratusan pelancong mengalami hambatan perjalanan lantaran penutupan lokasi itu.
Baca: Calon Istri Rezaldi Hehanusa Ungkap Rahasia Asmara Mereka
Kota Strasbourg saat ini masih dalam status siaga tinggi, setelah insiden penembakan yang terjadi di Pasar Natal pada awal bulan ini.
Pada Kamis malam, kepolisian pun menggiring para pelancong keluar dari stasiun kereta api tersebut sekitar pukul 18.15 waktu setempat dan langsung memanggil tim penjinak bom.
"Tim penjinak bom siap untuk melakukan tugasnya dan perlahan kami akan mengembalikan lalu lintas seperti semula, setelah semua dinyatakan aman," kata polisi.
Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (28/12/2018), banyak postingan di media sosial yang menunjukkan bahwa belasan orang berkumpul di luar stasiun kereta api, dimana suhu udara saat itu sangat dingin.
Sementara itu kantor berita France 3 melaporkan bahwa 30 kereta telah terkena dampak dan mengalami keterlambatan.
Serangan teror yang terjadi pada 11 Desember di kota itu menewaskan lima orang dan melukai 12 lainnya.
Perlu diketahui, Strasbourg merupakan ibukota wilayah Grand Est dan rumah bagi Parlemen Eropa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pasar-natal-strasbourg-1.jpg)