Senin, 8 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu, tapi Iran Tak Mau Hadiri Pembicaraan dengan AS

Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu pada Selasa (21/4/2026).

Tayang:
Penulis: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Gencatan senjata AS dan Iran selama 14 hari, berakhir pada Rabu (22/4/2026).
  • Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu pada Selasa (21/4/2026).
  • Trump mengatakan ia telah menyetujui permintaan Pakistan, yang telah menjadi mediator dalam pembicaraan perdamaian.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu pada Selasa (21/4/2026).

Adapun gencatan senjata AS dan Iran selama 14 hari, berakhir pada Rabu (22/4/2026).

Perpanjangan gencatan senjata disampaikan Trump beberapa jam sebelum masa berlakunya berakhir, untuk memungkinkan kedua negara melanjutkan pembicaraan perdamaian.

Dalam sebuah pernyataan di media sosial, Trump mengatakan ia telah menyetujui permintaan Pakistan, yang telah menjadi mediator dalam pembicaraan perdamaian.

"Untuk menunda serangan kita terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang terpadu," katanya, Selasa, dilansir Al Arabiya.

Ini adalah contoh terbaru dari Trump yang menarik kembali ancaman berulang-ulangnya untuk mengebom pembangkit listrik dan infrastruktur sipil lainnya di Iran, yang menurut para ahli dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Trump, yang bersama Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari 2026, mengatakan bahwa ia memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata karena “Pemerintah Iran sangat terpecah belah, dan ini bukanlah hal yang mengejutkan,” sebuah rujukan pada pembunuhan beberapa pemimpin negara itu oleh AS-Israel, termasuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang telah digantikan oleh putranya.

Iran Tak Mau Kirim Delegasi

Pada Selasa, kantor berita semi-resmi Tasnim mengatakan Iran telah memberitahu Pakistan mereka tidak akan mengirim delegasi untuk berdialog dengan AS.

“Terlepas dari semua pemberitaan media dan spekulasi oleh pejabat AS, tim negosiasi Iran, karena berbagai alasan, telah memberitahu pihak Amerika, melalui Pakistan, bahwa mereka tidak akan menghadiri pembicaraan pada hari Rabu di Islamabad,” lapor Tasnim.

“Untuk saat ini, tidak ada prospek untuk berpartisipasi dalam pembicaraan,” kata laporan itu.

Baca juga: Armada Nyamuk Iran Bikin Pusing Angkatan Laut AS di Hormuz: Ribuan Kapal Serang Cepat Susah Dilacak

Sementara itu, perpanjangan gencatan senjata disebut sebagai "taktik untuk mengulur waktu" demi serangan mendadak, kata seorang penasihat ketua parlemen dan negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf.

Penasihat Qalibaf mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa kelanjutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran "tidak berbeda dengan pemboman dan harus ditanggapi dengan respons militer."

Ribuan orang telah tewas sejak perang dimulai di berbagai negara di Timur Tengah, dan ekonomi global telah terguncang oleh penutupan Selat Hormuz, jalur vital untuk minyak dan gas.

Penguasaan Selat Hormuz Kunci Negosiasi

Utusan Iran untuk PBB mengatakan pada Selasa Teheran telah "menerima beberapa tanda" bahwa AS siap untuk menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Duta Besar Amir Saeid Iravani mengatakan, mengakhiri blokade tetap menjadi syarat bagi Iran untuk bergabung kembali dalam perundingan perdamaian.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved