Kamis, 28 Mei 2026

Bonus yang tak sepadan di ajang Paralympic Asian Games

Gelaran Paralympic Asian Games 2018 menyisakan persoalan terkait perolehan bonus, yang disebut pelatih cabang para cycling tak sesuai dengan

Tayang:

Dalam SK kontingen yang dipegang Fadillah Umar, ada versi berbeda, ada tiga pelatih dan empat asisten.

Tujuh orang yang menerima bonus dari Kemenpora itu, klaimnya, telah dititipi pesan khusus bahwa uang yang diterima dalam bentuk buku tabungan itu akan dikumpulkan lantas dibagi-bagi sesuai kontribusinya.

"Pelatih dan asisten pelatih yang berjumlah tujuh itu berkumpul. Saya bilang, 'Pak Pus mohon maaf di rekening bapak dan teman-teman semua tidak usah dipermasalahkan, karena ini hanya titipan dari NPC. Nanti kita akan bagi sesuai dengan jobnya'," kata dia kepada Puspita setelah menerima bonus.

Hanya saja, kata Umar, tak lama muncul unggahan di media sosial Facebook dari istri Puspita yang mempermasalahkan bonus suaminya.

"Saya terus kontak Pak Pus, 'Pak Pus kok budhe sudah buat berita seperti ini? tolong Pak Pur klarifikasi. Saya yang ngomong ke budhe atau Pak Pus yang ngomong ke istri?' Pak Pus terus jawab, 'saya saja yang ngomong ke istri'," kata dia menirukan ucapan Puspita.

Ia menduga mantan atlet sepeda balap itu tidak terima dengan jumlah bonus yang diterima di buku tabungan.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved