Mahasiwa Indonesia di Taiwan ada 6000 Orang

Salah satunya adalah menuntun para calon mahasiswa menemukan tempat sekolah atau universitas yang kredibel dan sesuai dengan harapan.

Mahasiwa Indonesia di Taiwan ada 6000 Orang
ISTIMEWA
Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan, Sutarsis 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Belajar dari permasalahan  terkait mahasiswa yang berada di Taiwan, Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan, Sutarsis, meminta agar Pemerintah Indonesia menempatkan pejabat selevel Atase Pendidikan khusus di Taiwan.

Ia mengungkapkan, ada sekitar 6000 mahasiswa yang menempuh pendidikan S1, S2, dan S3 di berbagai Universitas Taiwan. Sejauh ini, perwakilan Indonesia yang ada di Taipei adalah Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI), dan berada di bawah kordinasi Kementerian Perdagangan RI.

"Jadi saya berharap karena di Taiwan ini belum ada (Atase Pendidikan), hanya ada Kantor Dagang Ekonomi Indonesia di Taipei, itu adalah perwakilan Deprindag," ujarnya.

Baca: Ada Dugaan Kerja Paksa Mahasiswa Indonesia Peserta Magang di Taiwan, Ini Sikap KDEI

"Tapi, tidak ada staf selevel mungkin Atase Pendidikan yang bisa melakukan pengelolaan, memonitoring, sekaligus mengevaluasi kerja sama-kerja sama itu. Termasuk mengevaluasi univeritasnya, mengevaluasi agennya, belum ada," ujar dia, Kamis (3/1/2019).

Keberadaan pejabat yang fokus mendalami program kerja sama pendidikan menjadikan tata kelola lebih baik.

Baca: Kemenristekdikti Cek Laporan 300 Mahasiswa Korban Kerja Paksa di Taiwan

"Ini bisa tertata dengan bagus ya kerja sama antara Indonesia dan Taiwan ini. Terutama di bidang pendidikan,  sudah mulai besar. Atau banyak universitas yang bekerja sama, banyak agen yang juga yang mengambil program kerja sama ini untuk menjadi bagian bisnis mereka," tutur dia.

Salah satunya adalah menuntun para calon mahasiswa menemukan tempat sekolah atau universitas yang kredibel dan sesuai dengan harapan.

"Kalau tidak atase, selevel staf atase yang ditugaskan di sini (Taiwan) untuk membantu mahasiwa dan para institusi yang ingin bekerja sama untuk mereka menemukan institusi  yang dituju,  yang bagus," kata dia.

Baca: Tunjuk-tunjuk Fadli Zon Saat Debat, Jokomania Immanuel Ebenezer Geram hingga Singgung Raja Hoaks

Baca: Disinggung Soal Meriam Bellina, Hotman Paris Tutup Kuping Lalu Emosi ke Co-hostnya: Dia Mau Nyindir

"Yang kredibel, yang juga mengatur pola kerja sama lebih baik lagi, terutama mungkin yang melibatkan institusi bisnis, ini harus diatur sedemikuan rupa agar mereka terkontrol," kata mahasiswa Mahasiswa  S3 di National Central University, Taoyuan city itu.

Baca: Bukan Kerja Paksa, Ketua PPI Taiwan Jelaskan Mahasiswa Indonesia Keluhkan Magang yang Overtime

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved