Jumat, 24 April 2026

Pasangan sesama jenis tuntut pemerintah Jepang akui pernikahan gay

Tiga belas pasangan sesama jenis kelamin menuntut agar Jepang mengakui pernikahan gay di tengah konservatisme generasi tua dan perubahan pola

Tiga belas pasangan sesama jenis kelamin di Jepang mengajukan tuntutan pada hari Kamis (14/02) terhadap pemerintah agar mereka diberi hak untuk menikah.

Mereka menuntut ganti rugi simbolis, dengan mengatakan larangan menikah melanggar hak konstitusi mereka.

Jika pengadilan mengabulkannnya, ini berarti hubungan sesama jenis kelamin akan diizinkan di masa depan.

Meskipun Jepang tidak mengizinkan pernikahan gay, survei mengisyaratkan terdapat dukungan kuat pada tuntutan ini.

Masyarakat sangat konservatif

Ke-13 pasangan mengajukan tuntutan pada Hari Valentine, di beberapa kota Jepang.

Ai Nakajima, 40, dari Jepang dan Tina Baumann, 31, dari Jerman adalah salah satunya.

Keduanya telah bersama-sama sejak tahun 2011 ketika bertemu di Berlin. Setelah tinggal selama beberapa tahun di Jerman, mereka pindah ke Jepang. Tetapi hidup sebagai pasangan sesama jenis adalah sangat berbeda di kedua negara.

"Masyarakat Jepang pada umumnya sangat konservatif," kata Nakajima kepada BBC.

Kebanyakan teman mereka tidak berani menyatakan diri sebagai homoseksual dan menyembunyikan partnernya dari keluarga dan teman-teman.

Tetapi, meskipun Jepang adalah negara yang sangat tradisional, jajak pendapat mengisyaratkan kebanyakan generasi muda Jepang mendukung pernikahan sesama jenis.

Sejak tahun 2015, sejumlah kota mengeluarkan sertifikat bagi pasangan sesama jenis, tetapi dokumen ini tidak mengikat dan hanya meminta berbagai pihak untuk memberikan persamaan perlakuan.

"Jadi sementara di antara generasi muda terdapat dukungan kuat bagi pernikahan gay, politikus cenderung lebih tua dan sangat ragu mengubah berbagai hal," kata Nakajima.

Ke-13 pasangan paham bahwa membawa kasus mereka ke pengadilan akan mengundang perhatian masyarakat terkait dengan perjuangan mereka, tentunya - tetapi terdapat juga harapan bahwa usaha mereka akan berhasil.

"Kami siap maju ke Mahkamah Agung," Nakajima menjelaskan. "Jika kami mengambil jalan itu, akan diperlukan lebih lima tahun.

Pada tahun 2015 daerah Shibuya yang pertama kali mengeluarkan sertifikat sesama jenis.
Reuters
Pada tahun 2015 daerah Shibuya adalah yang pertama kali mengeluarkan sertifikat sesama jenis.

Pernikahan Jerman ditolak

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved