Produk Baru Jepang, Sangat Laris, Harus Menunggu 3 Bulan Bagi Yang Memesannya

Benda itu sepanjang 23,8 cm dengan lebar 4,5 cm dan ketebalan 8mm, seperti penggaris ada garis-garis pengukur pula.

Produk Baru Jepang, Sangat Laris, Harus Menunggu 3 Bulan Bagi Yang Memesannya
Richard Susilo
Tomonobu Takamizawa, CEO Cosmotec Co.Ltd., dengan produk Wemo (Wearable Memo) di tangannya 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari  Jepang

TRIBUNNEWS Tokyo - Produk baru ini baru keluar 14 bulan lalu tetapi pesanan yang bertubi-tubi membuat pembeli harus bersabar menunggu 3 bulan saat ini karena terlalu banyak pesanan muncul apalagi setelah muncul di berbagai media dan televisi Jepang.

 Itulah Wemo (Wearable Memo) buatan Cosmotec Co.Ltd., yang terbuat dari silikon.

 “Awalnya ada karyawan kami yang ke rumah sakit lalu melihat perawat membuat catatan di tangannya. Dari situlah muncul ide pembuatan produk ini,” papar Tomonobu Takamizawa,  CEO   Cosmotec Co.Ltd., khusus kepada Tribunnews.com siang ini (27/2/2019).

 Benda itu sepanjang 23,8 cm dengan lebar 4,5 cm dan ketebalan 8mm, seperti penggaris ada garis-garis pengukur pula.

 Apabila dipukulkan ke pergelangan kita, maka akan langsung melingkar menjadi seperti gelang di tangan kita.

 "Wemo yang telah di pergelangan kita dapat dituliskan pakai bolpen, berbagai catatan kita. Misalnya lagi telpon perlu tempat mencatat, cukup menuliskan di Wemo yang ada di pergelangan kita tersebut," tambahnya.

 Tinta bolpen yang telah dituliskan dengan mudah dihapus dengan tangan kita sendiri sehingga kembali bersih lagi. Kalau terkena air atau bahkan direndam air, tidak akan hilang catatan tersbeut tetap utuh.

 "Pengembangan teknologi baru yang diterapkan pada produk tersebut sepanjang kira-kira satu tahun dan akhir 2017 barulah mulai dibuat dan dijual."

 Saat ini sudah sedikitnya 100.000  produk terjual dan pembeli sekarang harus menunggu 3 bulan supaya bisa mendapatkan Wemo tersebut yang dijual dengan harga 1300 yen sebuah.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved