Rabu, 15 April 2026

Shamima Begum: Seperti apa kehidupan pasutri ISIS di Suriah?

Shamima dan suaminya tidak memiliki paspor karena mereka telah menyerahkannya saat bergabung dengan ISIS dan kemungkinan tidak akan mendapatkannya

Shamima mengatakan Yago "sebenarnya bukan seorang petempur", tetapi dia berperang untuk ISIS di Kobane dan terluka.

Dia kemudian berperang kembali di Aleppo.

Yago mengatakan: "Saya melakukan kesalahan besar. Saya membuang-buang kehidupan selama bertahun-tahun. Ini bukanlah kehidupan saya.

"Untungnya, saya tidak secara langsung menyakiti orang lain. Tetapi bergabung dan mendukung sebuah kelompok seperti itu adalah sesuatu yang tidak bisa diterima."

Dia menambahkan dirinya nyaris tidak pernah menggunakan senjatanya.

Sekarang dia mengatakan ingin kembali ke Belanda dengan istrinya, dan bayi laki-laki mereka yang baru dilahirkan.

"Saya ingin kembali ke negara saya sendiri. Sekarang saya memahami keistimewaan yang saya telah terima sebelumnya. Keistimewaan hidup di sana sebagai seorang warga negara.

"Dan tentu saja, saya memahami banyak orang mempermasalahkan apa yang telah saya lakukan dan saya sangat mengerti hal itu.

"Saya bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan, menjalani hukuman. Tetapi saya berharap dapat kembali ke kehidupan normal dan mengurus keluarga."

Untuk sementara ini, Shamima dan Yago tidak memiliki paspor atau kendali atas nasib mereka.

Mereka menyerahkan paspor saat bergabung denganS dan kemungkinan tidak akan mendapatkannya kembali dalam waktu dekat.

Begum berada di kamp tahanan perempuan, tidak terlalu jauh dari penjara yang menampung suaminya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved