Senin, 8 Juni 2026

Antisipasi Pelajar Asing Jadi Ilegal, Pengetatan Dilakukan Pemerintah Jepang Termasuk Visa Pelajar

Secara khusus, survei akan dilakukan di tempat dan wawancara dilakukan berdasarkan lokasi di mana ada siswa ilegal asing dan putus sekolah warga asing

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
Ist
Universitas kesejahteraan Tokyo (Tokyo Fukushi Daigaku) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Sekitar 1600 pelajar (dalam tiga tahun terakhir ini) dari  Universitas kesejahteraan Tokyo  (Tokyo Fukushi Daigaku) belum lama diketahui kabur menjadi ilegal, membuat pemerintah Jepang memperketat sekali pengawasan kepada lembaga pendidikan dan visa masuk pelajar asing.

"Khusus untuk universitas tersebut, pemerintah Jepang akan melakukan pemeriksaan mendadak selalu ke sana, mengawasi sangat ketat universitas itu agar pengelolaan mahasiswanya dapat lebih baik lagi. Hal ini juga akan dilakukan ke lembaga pendidikan lain," papar sumber Tribunnews.com Selasa ini (11/6/2019).

Secara khusus, survei akan dilakukan di tempat dan wawancara dilakukan berdasarkan lokasi di mana ada siswa ilegal asing dan putus sekolah warga asing di berbagai lembaga pendidikan yang ada di Jepang.

Apabila survei dan pengawasan dilakukan tetap saja lembaga pendidikan itu tidak membaik,  maka lembaga pendidikan itu akan berpredikat "Lembaga Tidak Terkelola" yang pasti membuat para  calon murid tidak akan mau masuk (aplikasi) ke sana.

Selain itu skeolah tersebut juga akan dilarang menerima murid warga asing, sampai kualitas pengawasan dan pendidikannya ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.

Langkah-langkah tersebut diharapkan akan dilaksanakan setelah prosedur yang diperlukan, dengan melakukan revisi peraturan menteri yang relevan, antar instansi pemerintahan terutama juga dari Kementerian Kehakiman.

Akibat banyaknya siswa asing ilegal dan juga jumlah ilegak WNI di Jepang sedikitnya mencapai 3300 orang saat ini, membuat visa masuk pelajar Indonesia juga jauh semakin sulit saat ini.

Diskusi kerja di Jepang dapat diikuti gratis pada Facebook Kerja di Jepang (https://www.facebook.com/ groups/kerjadijepang/).

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved