Cek Fakta: Rupiah Anjlok, Indonesia Geser ke Yuan?
Video viral yang beredar di media sosial menyebut rupiah yang melemah membuat Indonesia meninggalkan dolar AS dan beralih ke yuan…
Beredar sebuah konten di TikTok yang mengeklaim bahwa Indonesia mulai meninggalkan dolar AS setelah nilai tukar rupiah melemah.
Video yang diunggah pada 2 Juni 2026 itu menggunakan narasi:
"RI Tak Percaya Lagi Dengan Dollar AS! Usai Rupiah Anjlok, Kini Purbaya Cabut Dari Dollar AS dan Ganti Pilih Yuan"
Dalam waktu 3 hari, konten tersebut telah ditonton lebih dari 330 ribu kali dan mendapat ribuan likes serta komentar dari warganet yang mempercayai klaim tersebut.
Narasi dalam video mengaitkan pelemahan rupiah dengan langkah pemerintah menerbitkan Panda Bond dalam mata uang yuan. Potongan informasi itu kemudian digunakan untuk menyimpulkan bahwa Indonesia mulai meninggalkan dolar AS dan beralih ke yuan, dan Purbaya sebagai Menteri Keuangan diklaim telah menerbitkan keputusan tersebut.
DW menelusuri kebenaran klaim tersebut.
Klaim: "Indonesia cabut dari dolar AS dan beralih ke yuan setelah rupiah anjlok."
Cek Fakta DW: Menyesatkan.
Tahapan verifikasi dan penelusuran
Tim cek fakta DW menelusuri sumber klaim yang digunakan dalam video viral tersebut.
Setelah menelusuri sumber pernyataan, tim cek fakta DW menemukan bahwa Purbaya menyampaikan pernyataan terkait Panda Bond dalam konferensi pers di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, pada 5 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, Purbaya mengatakan:
"Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan Panda Bond di Cina dengan bunga yang lebih rendah, sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi."
Namun, tim cek fakta DW tidak menemukan pernyataan yang menyebut Indonesia akan meninggalkan dolar AS atau mengganti dolar dengan yuan sebagai mata uang acuan.
DW kemudian menelusuri konteks pernyataan tersebut. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan pemerintah, penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari upaya diversifikasi pembiayaan. Artinya, pemerintah berupaya memperluas sumber pendanaan melalui berbagai instrumen dan mata uang, tidak hanya bergantung pada satu sumber pembiayaan seperti dolar AS.
Apa itu Panda Bond?
Panda Bond merupakan surat utang yang diterbitkan di pasar keuangan Cina dan dijual kepada investor di sana dalam mata uang yuan. Instrumen ini bukan satu-satunya surat utang berdenominasi mata uang asing yang pernah diterbitkan Indonesia.
Sebelumnya, pemerintah juga telah menerbitkan berbagai instrumen serupa, antara lain Global Bond dalam dolar AS pada tahun 2023 lalu dan Samurai Bond dalam yen Jepang pada pertengahan April 2026 lalu. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan mata uang selain dolar dalam instrumen pembiayaan bukanlah kebijakan baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle77433014_403.jpg.jpg)