''Peace for Prosperity'' ala AS, Dubes Palestina: Itu Ibarat Pernikahan yang Tidak Dihadiri Mempelai
Pernyataan tersebut ia sampaikan untuk menanggapi agenda yang disiapkan AS yang juga dikenal sebagai Deal of the Century atau Kesepakatan Abad Ini.
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al Shun mengibaratkan konferensi ekonomi bertajuk 'Peace for Prosperity' yang diinisiasi Amerika Serikat (AS) dan digelar di Manama, Bahrain itu sebagai 'hajatan yang tidak dihadiri mempelai'.
Pernyataan tersebut ia sampaikan untuk menanggapi agenda yang disiapkan AS yang juga dikenal sebagai Deal of the Century atau Kesepakatan Abad Ini.
"(Ini seperti) sebuah pernikahan yang tidak dihadiri oleh kedua mempelai," ujar al Shun, di Kedutaan Besar Palestina, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).
Baca: Jordi Onsu Gelar Pesta Ultah Mewah Ala Crazy Rich Asians, Adik Ruben Onsu Ini Hanya Menabung 4 Bulan
Baca: Nasib Ditinggal Ayah Kerja, Anak Rio Dewanto Sering Mengigau Tengah Malam
Baca: Klarifikasi Messi dari Iran Soal Tuduhan Meniduri 23 Wanita
Ia menjelaskan, akan ada banyak proyek yang dikerjakan AS di tanah Palestina, karena konferensi tersebut diklaim akan meningkatkan perekonomian Palestina.
Namun Pemerintah Palestina tidak melihat hal tersebut sebagai ketulusan, karena menurut Palestina, hanya pengusaha real estate AS saja yang akan mengambil keuntungan dari hasil rekomendasi konferensi itu.
"Berbagai proyek besar (di tanah) Palestina, bagaimana bisa tidak dihadiri (Palestina) ?, sedangkan mereka yang akan menjalankannya," kata al Shun.
Sebagai bentuk penolakan, pemerintah Palestina pun tidak mengirimkan delegasinya dalam pertemuan tersebut.
Menurut al Shun, yang diinginkan Palestina hanyalah kemerdekaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/diskusi-palestina.jpg)