Sepanjang Malam, Macron dan Merkel Ratapi 'Kegagalan' KTT Uni Eropa
Kedua pemimpin itu mengatakan bahwa mereka berharap pembicaraan yang dilakukan pada Selasa ini, akan lebih memuaskan.
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, BRUSSELS - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel telah menyuarakan keprihatian mereka, setelah KTT maraton Uni Eropa (UE) berakhir tanpa tercapainya kesepakatan.
Kedua pemimpin itu mengatakan bahwa mereka berharap pembicaraan yang dilakukan pada Selasa ini, akan lebih memuaskan.
Setelah lebih dari 18 jam bernegosiasi, para pemimpin 28 negara anggota UE tidak dapat memilih kepemimpinan berikutnya untuk blok tersebut.
Perlu diketahui, saat ini yang patut diperebutkan di Brussels adalah presidensi Komisi Uni Eropa, Parlemen Eropa, Dewan Eropa pemerintah Uni Eropa, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, serta Kepala Bank Sentral Eropa yang mengatur mata uang Euro.
Baca: Pernah Tuduh Fairuz A Rafiq Selingkuh, Galih Ginanjar Enggan Akui King Faaz Adalah Anak Kandungnya
Baca: Hotman Paris Beri Tanggapan Usai Lihat Pablo Putra Benua Cekikikan Pasca Dilaporkan ke Polda
Baca: Ardi Bakrie Bagikan Potret Liburan Bersama Nia Ramadhani dan Sang Putri di LA, Intip Fotonya-fotonya
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini 2 Juli 2019 - Scorpio Terjebak Nostalgia, Aquarius Bersiap Kena Masalah !
Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (2/7/2019), kebuntuan tersebut terbukti sangat membuat frustasi Emmanuel Macron yang menjelaskan kepada awak media bahwa 'kegagalan' KTT itu menggambarkan 'citra yang sangat buruk'.
Citra itu tidak hanya buruk untuk Dewan Eropa, namun juga untuk Eropa itu sendiri.
Macron menyebut, 'ambisi pribadi' mencegah tercapainya kesepakatan.
Begitu pula rekannya dari Jerman, Merkel yang tampak kurang bersemangat menyampaikan kekecewaannya.
Kendati demikian, Merkel mengatakan bahwa, "kegagalan dalam pertemuan puncak itu merupakan hasil dari sikap negara-negara anggota yang tidak bisa menerima proposal yang kami miliki hari ini,".
Merkel menekankan, bagaimanapun juga mendorong melalui perjanjian 'setengah matang' dapat mengakibatkan ketegangan yang tidak dapat diatasi di Dewan Eropa selama lima tahun ke depan.
"Alih-alih terburu-buru, lebih baik para pemimpin UE tidur selama satu malam dan mengkaji lagi untuk melihat apakah ada sudut pandang baru,".
Bahkan jika kesepakatan tercapai pun, KTT yang melelahkan itu tampaknya telah membuat Macron merasakan kekecewaan mendalam.
Ia menegaskan bahwa pengalaman tesebut meyakinkannya bahwa perubahan mendalam diperlukan dalam upaya 'bagaimana' lembaga-lembaga Uni Eropa ini melakukan tugasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-prancis-emmanuel-macron-dan-kanselir-jerman-angela-merkel.jpg)