Selasa, 12 Mei 2026

Hutan seluas 'lapangan sepak bola' di Amazon Brasil hilang setiap menit

Tingkat kerusakan hutan di kawasan Amazon, Brasil, dilaporkan meningkat tajam selama enam bulan berturut-turut tahun ini. Data satelit menunjukkan,

Tayang:

Miliaran pohon yang berada di hutan Amzaon ini menyimpan karbon dalam jumlah besar, terakumulasi selama ratusan atau bahkan ribuan tahun.

Setiap tahun, daunnya juga menyerap sejumlah besar karbondioksida, yang jika tidak tertinggal di atmosfer akan menambah kenaikan suhu global.

Jair Bolsonaro
AFP
Bolsonaro meraih kekuasaan dengan agenda populis yang didukung oleh bisnis pertanian dan petani kecil.

Baru-baru ini sebuah penelitian menyebutkan, pohon-pohon di hutan hujan Amazon menghasilkan karbondioksida yang setara dengan emisi bahan bakar fosil dari sebagian besar sembilan negara yang memiliki atau membatasi hutan antara tahun 1980-2010.

Selain memiliki keanekaragaman hayati, hutan ini juga merupakan habitat bagi 10% jenis tanaman dan hewan yang hidup di kawasan tersebut.

Dan wilayah ini juga merupakan tempat tinggal bagi satu juta penduduk asli yang menghabiskan waktunya untuk berburu dan berkumpul di antara pepohonan.

Apa arti kebijakan baru ini bagi Brasil?

Menurut seorang pejabat senior lingkungan pemerintahan Brasil, dampaknya begitu "besar" sehingga ia berani mengambil risiko diwawancarai oleh kami agar menarik perhatian dunia.

Kami harus bertemu diam-diam dan menyamarkan wajah serta suaranya karena Bolsonaro melarang staf di kementrian lingkungannya untuk berbicara kepada media.

Selama tiga jam kami mewawancarainya, sebuah gambaran mengejutkan muncul dari tim-tim kecil, dari para pakar pemerintah yang bersemangat menyelamatkan hutan, tetapi secara serius dirusak oleh politisi-politisi senior mereka sendiri.

Amazon
BBC
Organisasi pertanian berpendapat bahwa jaringan kawasan hutan yang dilindungi terlalu dibatasi.

Bolsonaro meraih kekuasaan dengan agenda populis yang didukung oleh bisnis pertanian dan petani kecil, banyak di antaranya percaya bahwa terlalu banyak wilayah Amazon dilindungi dan bahwa staf lingkungan memiliki terlalu banyak pengaruh.

Ia mengatakan ingin melemahkan undang-undang yang melindungi hutan dan menyerang pegawai negeri yang tugasnya melindungi hutan.

Alhasil, menurut pejabat kementrian lingkungan, mengatakan "rasanya kita adalah musuh Amazon, padahal sebenarnya kita harus dilihat dengan cara yang sama sekali berbeda, sebagai orang yang berusaha melindungi warisan ekologis kita untuk generasi mendatang".

"Mereka tidak ingin kita berbicara karena kita akan mengatakan yang sebenarnya, bahwa kawasan konservasi sedang diserang dan dihancurkan, ada banyak orang yang menandai daerah yang harus dilindungi."

Jadi apa yang bisa terjadi selanjutnya?

Para pejabat tersebut yakin angka-angka deforestasi bisa lebih buruk dari yang resmi diumumkan.

"Ada upaya pemerintah untuk menunjukkan data yang salah, untuk menunjukkan angka tidak menggambarkan kenyataan," katanya kepada saya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved