Rekrut Tenaga Kerja Ilegal, Bos Perusahaan Jepang Dibebaskan Dua Hari Setelah Ditangkap Polisi

Seorang bos perusahaan perekrutan tenaga kerja di Amagasaki Kobe Jepang ditangkap polisi 3 Juni lalu. Namun belakangan dia dibebaskan.

Rekrut Tenaga Kerja Ilegal, Bos Perusahaan Jepang Dibebaskan Dua Hari Setelah Ditangkap Polisi
Richard Susilo
Kementerian Kehakiman Jepang di Kasumigaseki Tokyo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang bos perusahaan perekrutan tenaga kerja di Amagasaki Kobe Jepang ditangkap polisi 3 Juni lalu. Namun belakangan dia dibebaskan per 5 Juni 2019.

Sementara pihak kejaksaan Jumat (12/7/2019) tidak meneruskan menuntut kasus tersebut tanpa alasan yang jelas.

"Sonimbayal warga China yang telah berkewarganegaraan Jepang dengan nama Hajime Igarashi (35) dibebaskan dua hari setelah penangkapan bersama stafnya (35) juga warga China membayar uang denda 400.000 yen per orang," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (13/7/2019).

Polisi Kobe yang menangkapnya 3 Juni lalu, membebaskan 5 Juni 2019 dan Jumat (12/7/2019) kemarin pihak kejaksaan pun membenarkan tidak melanjutkan kasusnya tersebut tanpa alasan yang jelas.

Saat ditangkap bos perusahaan World Business Partner itu merekrut tenaga kerja ilegal Vietnam yang dipekerjakan pada sebuah pabrik di Perfektur Kobe.

Namun pengacara bos tersebut menyatakan bahwa Sonimbayal sebenarnya diminta kerja sama dengan imigrasi untuk menangkapi para tenaga kerja ilegal Vietnam tersebut, sehingga pura-pura merekrut dan mempekerjakan mereka ke sebuah pabrik lalu menangkapnya.

Baca: Deni Memutilasi Kekasih Gelapnya KW, Membakar Potongan Tubuhnya Hingga Menjual Mobil Milik Korban

Shoichi Ibusuki, seorang pengacara tenaga kerja Jepang terkenal mengungkapkan, "Apabila itu benar terjadi kerja sama dengan pihak imigrasi sebagai investigasi bawah tanah, jelas itu tidak pantas dan bisa jadi tindak pidana. Tapi saya rasa tidak demikian kasus ini."

Di Jepang pernah terjadi kasus di Mahkamah Agung di mana sebuah agen penegak hukum telah membuat gugatan untuk sebuah agen penegakan hukum lain yang "diinduksi kriminal" untuk bekerja.

Oleh karena itu Ibusuki berharap di masa depan apabila ada permintaan kerja sama dari pihak Imigrasi Jepang sebaiknya jangan dilakukan, termasuk juga kasus penyogokan (korupsi) yang ingin dipecahkan kalangan penegak hukum.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved