Rabu, 22 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.303: Denmark Beli Senjata Presisi Cegah Ancaman Rusia

Denmark untuk pertama kalinya akan memperoleh senjata presisi jarak jauh, pada Rabu (16/9/2025).

|
JONATHAN NACKSTRAND/AFP
KONFLIK RUSIA-UKRAINA. Raja Frederik X dari Denmark melambai ke kerumunan dari balkon Istana Christiansborg di Kopenhagen, Denmark pada 14 Januari 2024. Denmark untuk pertama kalinya akan memperoleh senjata presisi jarak jauh, pada Rabu (16/9/2025). (Foto arsip Januari 2024) 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama 1.303 hari hingga Kamis (18/9/2025).

Konflik Rusia-Ukraina tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar pada ketegangan panjang sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991.

Sejak Ukraina meraih kemerdekaan, relasinya dengan Moskow kerap diwarnai perebutan pengaruh dan saling curiga.

Situasi semakin memanas pada 2014 ketika Revolusi Euromaidan menjatuhkan pemerintahan pro-Rusia di Kyiv.

Tak lama kemudian, Rusia menganeksasi Krimea dan memberi dukungan kepada kelompok separatis di Donbas.

Puncaknya terjadi pada Februari 2022, saat Moskow melancarkan invasi besar-besaran yang mengubah konflik regional menjadi perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Terkini, Denmark untuk pertama kalinya akan memperoleh senjata presisi jarak jauh, sementara Rusia melancarkan serangan besar ke Ukraina dengan 172 drone dan rudal.

Di saat bersamaan, Ukraina dan Lembaga Keuangan Pembangunan Internasional AS atau US International Development Finance Corporation (DFC) meluncurkan dana investasi senilai 150 juta dolar Amerika.

Sekutu Eropa mulai memasok rudal Patriot serta peluncur roket Himars ke Kyiv.

Perang ini bukan sekadar perebutan wilayah, tetapi juga pertarungan narasi, legitimasi, dan masa depan tatanan dunia.

Dunia menyaksikan bahwa akar konflik masih dalam, dan jalan menuju perdamaian belum terlihat jelas.

Berikut adalah rincian lengkap peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1.303:

Sekutu Eropa Pasok Rudal Patriot dan Himars ke Ukraina

Baca juga: Balas Dendam, Intelijen Ukraina Akui Jadi Pelaku Ledakan di Dekat Vladivostok Rusia

Senjata pertama yang dipasok ke Ukraina di bawah program yang didanai sekutu Eropa akan mencakup rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot dan peluncur roket Himars.

Presiden Volodymyr Zelensky menyampaikan pengumuman itu pada Rabu.

Dua gelombang awal bantuan masing-masing bernilai 500 juta dolar Amerika.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved