'Lahir untuk menjadi buas': Geng motor perempuan Kenya
Inked Sisterhood adalah geng motor perempuan di Kenya. Mereka kerap mengejutkan para warga di negara konservatif itu.
Perjalanan 500km itu akan melewati sejumlah taman nasional dengan pemandangan indah.
Lawyer Doreen Murang'a mengaku tidak menggemari materi: "Namun sepeda motor saya [ZMR Hero Karizma] adalah sesuatu yang saya cintai. Saya memberinya nama dan mengajaknay bicara saat dia menjalani hari buruk dan menolak hidup."
Mengendarai motor juga adalah cara untuk kabur sejenak dari kepenatan.
"Ketika berkendara, kita jaris benar-benar fokus apa yang sedang dilakukan, tidak disibukkan dengan tenggat waktu pekerjaan atau tekanan hidup. Yang penting adalah pengendara, sepeda motor, angin yang membelai rambut, dan kalau Anda seperti saya, daftar lagu yang asyik."
Petuahnya untuk perempuan yang ingin berkendara: "Hidup bisa berakhir kapan saya, jadi jangan biarkan ketakutan menghentikanmu. Jika kamu ingin belajar, ada komunitas di sini yang menunggu untuk belajar bersama, tumbuh bersama, dan berkendara bersama."
Nyambura "BlazeLife" Njuguna, yang sedang duduk di Kawasaki Z1000, sepakat.
Sebagai seorang petani yang belajar berkendara di sabana, dia berkata Anda harus berkendara untuk diri sendiri, bukan untuk pamer atau gengsi.
Inked Sisterhood mendorong perempuan lain untuk bergabung dengan mereka sehingga mereka bisa menggapai sensasi kebebasan.
"Anda tidak menyadari betapa pengalaman Nairobi yang Anda alami dibentuk oleh transportasi--harga sewa taksi, kemacetan, atau waktu perjalanan. Memiliki moda transportasi yang fleksibel membuka dimensi baru kota ini," cetus salah seorang anggota kelompok itu.