Setelah 74 Tahun, Anaknya Menerima Kembali Bendera Tentara Jepang Yang Perang di Indonesia

Keluarga yang berduka mengungkapkan ayahnya meninggal dalam perang Pasifik di Biak tahun 1945.

Setelah 74 Tahun, Anaknya Menerima Kembali Bendera Tentara Jepang Yang Perang di Indonesia
Sankei
Putra tertua, Osamu Ishida (78) kanan, memperlihatkan bendera ayahnya almarhum yang berperang sebagai tentara Jepang di Biak Indonesia 74 tahun lalu, kepada Walikota Ono perfektur Fukui, Shiho Ishiyama (kiri) Kamis ini (14/8/2019). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Keluarga Ishida menerima bendera tentara Jepang yang berperang 74 tahun lalu di Biak Indonesia hari ini (14/8/2019) di kantor walikota Ono Perfektur Fukui Jepang.

"Saya sangat terharu sekali seolah ayah saya sekarang berada di sini sepertinya," papar Osamu Ishida (78) anak lelaki tertua dari mantan tentara Jepang Gozo Ishida yang meninggal di Biak saat perang dunia kedua 1945.

Keluarga yang berduka mengungkapkan ayahnya meninggal dalam perang Pasifik di Biak tahun 1945.

Walikota Shiho Ishiyama di balai kota menyerahkan bendera Gozo Ishida kepada putranya tertua itu, Osamu, dan mengungkapkan keterkejutannya pula bahwa setelah 74 tahun akhirnya kembali juga benda bersejarah itu kepada keluarganya di Fukui.

Pada bendera tersebut tertulis di bagian atasnya "Mengabdi untuk Tanah Air" tulisan tangan almarhum tentara Jepang Gozo Ishida.

Bendera tersebut dikembalikan oleh mantan dokter militer Amerika dan anaknya Tim Mann.

Sebuah yayasan bernama Obon Society di  AS,  juga berjasa ikut membantu pengembalian bendera tersebut.

lSetelah diperiksa kebenaran segalanya akhirnya disampaikan kepada keluarga Ishida yang bersangkutan Kamis ini di Balai Kota Ono perfektur Fukui Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved