Rabu, 29 April 2026

Jacques Chirac: Mantan presiden Prancis yang legasinya ternoda korupsi meninggal pada usia 86 tahun

BBC melakukan kilas balik kehidupan Jacques Chirac, mantan presiden Prancis yang meninggal pada umur 86 tahun.

Tayang:

Jacques Chirac menjadi presiden Prancis selama dua masa jabatan dan membawa negaranya menerapkan mata uang tunggal Eropa.

Dia membawa Prancis dari Gaullism anti-Eropa menjadi pendukung konstitusi Uni Eropa.

Gaullist adalah prinsip dan kebijakan bekas pimpinan Prancis Charles de Gaulle yang dicirikan sikap konservatisme, nasionalisme, dan pemerintahan terpusat.

Chirac menolak memberikan dukungn invasi pimpinan AS terhadap Irak, sehingga semakin memperburuk hubungannya dengan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Reputasinya di dalam negeri ternoda karena setelah meninggalkan Istana Élysée, dia dihukum karena melakukan korupsi saat menjadi wali kota Paris.

Jacques René Chirac dilahirkan pada tahun 1932, sebagai anak laki-laki manajer bank yang kemudian menjadi direktur perusahaan pesawat terbang Dassault.

Dia masuk akademi elite bagi pegawai negeri Ecole Nationale d'Administration.

Saat muda, Chirac sempat terlibat dengan paham komunisme dan pasifisme.

Dia pernah menjadi bagian pasukan cadangan Prancis dan terluka saat perang penjajahan Prancis di Aljazair.

Giscard D'Estaing dan Jacques Chirac di tahun 1969
Getty Images
D'Estaing dan Chirac: Muncul perbedaan antara presiden dan perdana menteri.

Pada tahun 1960-an dia bekerja bagi Perdana Menteri Gaullist, Georges Pompidou.

Dialah yang menjadikan Chirac sebagai menteri junior di tahun 1967.

Tahun 1974, Gaullist mengalami titik balik.

Chirac memimpin perlawanan terhadap calon resmi Gaullist, Jacques Chaban-Delmas, dan mendukung Valéry Giscard d'Estaing sebagai presiden.

Ternoda

Presiden d'Estaing kemudian mengangkatnya menjadi perdana menteri.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved