Rabu, 29 April 2026
Deutsche Welle

Presiden Trump Jatuhkan Sanksi Terhadap Turki Atas Invasi Militernya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap Turki atas invasi militernya ke Suriah. Pemerintah AS antara…

Tayang:

Esper menambahkan, invasi militer Turki di Suriah Utara sangat ditentang oleh militer AS, karena berisiko menimbulkan konflik yang lebih luas. Maka sebanyak 200 tentara AS akan tetap ditempatkan di pangkalan militer Tanf, di dekat perbatasan Yordania, Suriah selatan.

Semua berawal dari invasi militer Turki

Kejadian bermula, saat Turki memulai invasi militernya terhadap pasukan Kurdi di Suriah, yang mereka anggap sebagai teroris.

Tak lama, Senin (14/10), pemerintah Suriah mengerahkan pasukan militernya menuju utara di wilayah perbatasan, untuk berjaga-jaga terhadap potensi bentrokan karena serangan militer Turki ke wilayah Suriah.

Menurut Trump, invasi Turki ini menimbukan masalah krisis kemanusiaan dan berpotensi meningkatkan lebih banyak serangan.

“Serangan militer Turki membahayakan warga sipil dan mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan itu,” cuitnya lewat Twitter.

Simpatisan IS kabur ditengah invasi militer

Ratusan simpatisan IS diberitakan melarikan diri dari penampungan di Suriah, di tengah bentrokan antara invasi militer Turki dan Kurdi. Pengamat mengatakan hal ini berpotensi membangkitkan ISIS. Padahal beberapa bulan lalu Trump mengeluarkan pernyataan bahwa kelompok ekstrimis berhasil dikalahkan.

Sebelumnya, dalam komunikasi via telepon antara Trump dan Komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Mazloum Kobani, terjadi kesepatakan bahwa kedua belah pihak akan terus memerangi ISIS.

Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell, yang biasanya setia mendukung Trump justru berkata sangat prihatin oleh insiden di Suriah dan kebijakan Trump sejauh ini. Dalam sebuah pernyataan, McConnell menambahkan penarikan tentara militer AS dari Suriah akan menciptakan kembali ketidakstabilan, yang telah berusaha diredam selama ini serta berpotensi membangkitkan ISIS.

Penarikan tantara militer dari Suriah akan menciptakan kekosongan keamanan yang rentan di eksploitasi oleh Iran dan Rusia dan bisa berdampak buruk bagi kepentingan strategis AS.

Ed: pkp/hp (ap)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved