Menjadi Anggota Dewan HAM PBB, Kado Istimewa untuk Indonesia

"Terpilihnya Indonesia terasa begitu manis karena kepercayaan ini diberikan oleh 174 anggota PBB, jumlah yang tertinggi diantara kandidat lainnya

Menjadi Anggota Dewan HAM PBB, Kado Istimewa untuk Indonesia
TRIBUN/DANY PERMANA
Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru,Samoa dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya mengapresiasi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Indonesia baru saja terpilih sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022.

"Hal ini merupakan kado istimewa buat kita semua, bukan hanya karena terjadi menjelang berakhirnya pemerintahan Jokowi-JK, namun juga karena membawa sejumlah arti penting bagi Indonesia," ujar Tantowi Yahya, Jumat (18/10/2019).

"Terpilihnya Indonesia terasa begitu manis karena kepercayaan ini diberikan oleh 174 anggota PBB, jumlah yang tertinggi diantara kandidat lainnya dari kawasan Asia Pasifik," kata dia.

Tantowi Yahya, Duta Besar RI untuk New Zealand, Samoa dan Tonga
Tantowi Yahya, Duta Besar RI untuk New Zealand, Samoa dan Tonga (ISTIMEWA)

Indonesia terpilih sebagai Anggota Dewan HAM Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) periode 2020-2022 dalam pemilihan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-74 di New York, Amerika Serikat, Kamis (17/10/2019) waktu setempat.

Indonesia terpilih dengan jumlah suara sebesar 174 suara dari 193 negara yang hadir dan memiliki suara dengan 1 abstain.Melampui Korea Selatan dan Jepang. Yang masing-masing mendapat 165 suara.

Keanggotaan Indonesia efektif akan dimulai pada 1 Januari 2020. Ini akan menjadi keanggotaan Indonesia kelima kalinya di Dewan HAM PBB setelah tahun 2006-2007, 2007-2010, 2011-2014, dan 2015-2017.

Dari perolehan angka di atas kata Tantowi, jelas terlihat bahwa dunia begitu mengharapkan peran aktif Indonesia untuk meningkatkan kualitas HAM di tingkat global.

Baca: Pemerintah Berhasil Turunkan Angka Prevalensi Stunting

"Apresiasi yang tinggi patut dialamatkan kepada Ibu Menlu Retno Marsudi yang berhasil memimpin segenap diplomat Indonesia untuk meraih kemenangan dalam dua pemilihan badan elit di PBB, yakni Dewan Keamanan dan Dewan HAM," puji Tantowi.

"Ini prestasi besar, hasil kerja sama antara instansi Kemlu dan segenap perwakilan RI di luar negeri. Mengingat 10 hari Hari Sumpah Pemuda, momen ini menjadi salah satu sumber motivasi segenap bangsa Indonesia yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami beragam dinamika demokrasi di mayarakat," ujarnya.

Tantowi yakin para tokoh bangsa yang terlibat dalam menyusun dan mendeklarasikan Sumpah Pemuda tidak menginginkan adanya perpecahan. Namun sebaliknya mengimpikan terwujudnya persatuan bangsa dari Sabang sampai Merauke.

Baca: Indonesia Terpilih sebagai Anggota Dewan HAM PBB, Komnas HAM: Bisa Jadi Modal Perbaikan

Sebagai Duta Besar RI yang bertugas di wilayah Pasifik, Tantowi mengaku memiliki catatan khusus tentang banyaknya pandangan negatif yang datang dari sejumlah pihak yang sengaja memojokkan nama Indonesia.

Bagaimana para oknum memanfaatkan insiden yang terjadi di Papua. Meskipun pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Jokowi telah menawarkan solusi dengan cara yang bermartabat, namun seringkali masih terdapat tuduhan pelanggaran HAM dan kejahatan kemanusiaan.

Baca: Menlu Retno Marsudi: Alhamdulillah Indonesia Terpilih jadi Anggota Dewan HAM PBB

Sebagaimana yang dihembuskan oleh Veronika Koman dan rekan sejawatnya, termasuk satu negara di Pasifik, yang getol menginginkan Papua terpisah dari Indonesia.

"Namun syukur Alhamdulillah, dunia tidak terpengaruh oleh kabar bohong tersebut dan tetap menaruh kepercayaan penuh kepada Indonesia. Saya mengajak seluruh warga sebangsa dan setanah air, di balik kebanggaan terpilih sebagai Dewan HAM PBB, kita menyadari ini merupakan amanah," kata dia.

"Yang wajib kita tunaikan. Hal ini sungguh awal yang bagus bagi pemerintahan Indonesia baru di bawah Pak Jokowi-Makruf Amin. Untuk terus memimpin kemajuan Indonesia di masa mendatang," ujarnya lagi.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved