Kamis, 28 Mei 2026

VIDEO Ratusan Napi Venezuela Kuasai Atap Penjara: Bakar Kasur, Kirim SOS, Tuduh Sipir Menyiksa

video dari Venezuelan Observatory of Prisons, menunjukkan seorang narapidana terlihat mengalami luka tembak di bagian dada.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/X
KUASAI ATAP PENJARA - Tangkap layar media sosial, Selasa (26/5/2026) yang menunjukkan para narapidana di penjara Barinas Judicial Internment Centre, Venezuela barat, melakukan aksi protes besar-besaran dengan menguasai atap penjara dan membakar kasur serta seprai, Selasa (26/5/2026). 

VIDEO Ratusan Napi Venezuela Bakar Kasur, Kuasai Atap Penjara: Kirim SOS, Tuduh Sipir Menyiksa

Ringkasan Berita:
  • Ratusan narapidana di Penjara Barinas, Venezuela, melakukan aksi protes dengan naik ke atap dan membakar kasur.
  • Para tahanan menuduh sipir melakukan penembakan, penyiksaan, serta perlakuan tidak manusiawi di dalam penjara.
  • Insiden ini kembali menyoroti buruknya kondisi sistem penjara Venezuela yang selama bertahun-tahun dikritik organisasi HAM internasional.

 

TRIBUNNEWS.COM - Ratusan narapidana di Penjara Barinas Judicial Internment Centre, Venezuela barat, melakukan aksi protes besar-besaran dengan menguasai atap penjara dan membakar kasur serta seprai, Selasa (26/5/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan kekerasan, penyiksaan, hingga penembakan oleh petugas penjara.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap hitam membumbung tinggi dari dalam kompleks penjara, sementara para tahanan membentangkan spanduk bertuliskan “SOS” dan meneriakkan “Hentikan penyiksaan!”.

Baca juga: Trump Cuan, Klaim Kantongi 80 Juta Barel Minyak Venezuela Sejak Penangkapan Maduro

Dalam salah satu video yang dibagikan kelompok pemantau hak asasi manusia Venezuelan Observatory of Prisons, seorang narapidana terlihat mengalami luka tembak di bagian dada.

“Kami ingin keadilan. Mereka menembaki kami, para sipir dan penjaga penjara,” ujar seorang tahanan dalam video tersebut.

Menurut para narapidana, aksi awalnya berlangsung damai sebelum petugas keamanan disebut melepaskan tembakan yang menyebabkan beberapa orang terluka.

Para tahanan juga menuduh pihak penjara merampas pakaian mereka, membatasi kunjungan keluarga, dan melakukan berbagai bentuk perlakuan tidak manusiawi.

Mereka secara khusus menuntut pencopotan direktur penjara yang baru ditunjuk, Elvis Macuare Guerrero, yang dituding bertanggung jawab atas meningkatnya kekerasan di dalam fasilitas tersebut.

Kerusuhan turut memicu ketegangan di luar penjara. Keluarga napi dilaporkan bentrok dengan anggota Garda Nasional Venezuela yang berjaga menggunakan tameng anti huru-hara.

Kerabat tahanan mengaku mendengar suara ledakan dan teriakan dari dalam penjara ketika aparat mencoba masuk ke area fasilitas.

“Saya belum mendengar kabar dari anak saya sejak 8 Mei. Mereka menderita di dalam sana,” kata Yelitza Arrollo, ibu salah satu tahanan, kepada AFP.

Organisasi Venezuelan Observatory of Prisons menyebut sekitar 1.200 tahanan pria dan lebih dari 100 tahanan perempuan ikut dalam aksi protes tersebut.

Insiden terbaru ini kembali menyoroti kondisi sistem penjara Venezuela yang selama bertahun-tahun mendapat kritik internasional akibat masalah kelebihan kapasitas, kekerasan, hingga dugaan pelanggaran HAM.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved