Breaking News:

Pemutaran Film Foxtrot Six di Tokyo Jepang Sukses, 'Saikoo' Kata Penonton

Penonton tersebut kemudian bertanya apakah ada kelanjutan seri kedua dari film tersebut nantinya, karena di akhir film seolah akan ada kelanjutan dari

Richard Susilo
Sutradara Randy Korompis (kiri) dan Oka Antara (kanan)berpose di depan gedung bioskop Toho Cinema di Roppongi Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang 

 TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Pemutaran film pertama sutradara Randy Korompis dengan judul Foxtrot Six sukses di Tokyo Jepang siang ini, Kamis (31/10/2019).

“Saikoo, keren banget film ini. Mungkin selama saya nonton film di festival film internasional Tokyo ini yang terbaik,” ungkap seorang penonton lelaki warga Jepang kepada sutradara dan aktor Oka Antara seusai penayangan film.

Penonton tersebut kemudian bertanya apakah ada kelanjutan seri kedua dari film tersebut nantinya, karena di akhir film seolah akan ada kelanjutan dari film tersebut.

Randy belum menjawab pertanyaan warga Jepang itu, Oka pun nyeletuk, “Iya kapan dong kelanjutannya?” Langsung disambut ketawa para penonton.

Menanggapi hal tersebut Randy mengungkapkan masih mempertimbangkan kemungkinan kelanjutan film itu lebih lanjut.

“Semua tentu tergantung banyak hal termasuk dana harus dipersiapkan tidak sedikit,” papar Randy,

Sekitar 200 orang hadir penuh memenuhi ruangan bioskop No 9 Toho Cinema siang ini (31/10/2019)  saat penayangan Foxtrot Six.

Seorang penonton mempertanyakan bahasa yang dipakai bahasa Inggris apakah sengaja atau di dubbing untuk keperluan pemasaran internasional?

“Itu memang dalam bahasa Inggris dan saya lebih mudah menulis skrip dalam bahasa Inggris dan juga untuk kebutuhan pemasaran lebih mudah kalau dalam bahasa Inggris,” papar Randy lagi .

Di Indonesia film dengan teks bahasa Indonesia dan di mana pun lebih mudah dipasarkan tinggal teks nya diubah ke bahasa  negara yang bersangkutan.

Randy kepada Tribunnews.com mengakui memang lebih mudah menggunakan bahasa Inggris menulis karena sudah 12 tahun berdomisili di Amerika Serikat sejak peristiwa  unjuk rasa besar di Jakarta sekitar tahun 1998 lampau.

Kepada para penonton di Indonesia Randy berharap bisa menyaksikan filmnya dengan baik dan juga dengan kemajuan jaman saat ini semoga kualitas produksi film Indonesia dapat terus semakin meningkat.

“Beruntung mungkin ya produksi film pertama saya bertemu Mario Kassar sebagai eksekutif produser yang mendukung sekali pembuatan film ini yang saya persiapkan sebenarnya sejak 6 tahun lalu,” papar Randy yang baru kedua kali ini ke Tokyo.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved