Deutsche Welle

Pengadilan Jerman Perintahkan Bawa Pulang Tiga Anak Beserta Ibunya yang Terafiliasi ISIS

Pengadilan Jerman dalam agenda bandingnya putuskan pemerintah Jerman harus bawa pulang warganya, yaitu seorang ibu berserta tiga orang…

Kamis (08/11), pengadilan tinggi administrasi Jerman (OVG) di Berlin-Brandenburg memutuskan bahwa tiga orang anak beserta ibu mereka harus dipulangkan ke Jerman dari Suriah utara.

Kementerian Luar Negeri Jerman tengah berusaha untuk memulangkan ketiga anak tersebut, namun pemerintah menolak untuk membawa pulang juga sang ibu, seperti yang dilakukan negara-negara di Eropa lainnya karena dianggap berisiko bagi keamanan negara.

Sang ibu diketahui bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah pada tahun 2014, dengan membawa kedua orang anakya. Sedangkan anak ketiganya lahir ketika ia berada di Suriah.

Dalam putusannya, pengadilan mengatakan bahwa ketiga anak tersebut yang berusia 8, 7, dan 2 tahun, masih membutuhkan kehadiran sang ibu setelah mereka semua dipulangkan dari kamp tahanan al-Hol milik pasukan milisi Kurdi, mengingat truma yang mereka alami.

Lebih lanjut, pengadilan juga menyatakan bahwa pemerintah Jerman gagal dalam memberikan bukti atau indikasi "konkret" apapun terhadap ancaman kemanan yang mungkin dilancarkan ibu ketiga anak tersebut.

Sebelumnya pada bulan Juli, pengadilan memutuskan bahwa ketiga anak tersebut berhak mendapat perlindungan konsuler untuk warga negara Jerman di luar negeri.

Pada saat itu kuasa hukum Dirk Schoenian, yang mewakili keluarga ketiga anak itu mengatakan pada media Jerman ARD, bahwa Kementerian Luar Negeri tidak boleh lepas tangan akan tanggung jawab politik dang tanggung jawab hukum mereka.

Hampir 70.000 orang termasuk wanita dan anak-anak tercatat masih berada di kamp tahanan al-Hol dan 11.000 di antaranya merupakan warga negara asing.

Baca juga: Pemimpin IS Tewas di Perbatasan Negaranya, Mengapa Turki Lalai Mendeteksi?

Masih ada 68.000 orang

Kamis (07/11) kemarin, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun asal Albania pulang ke Italia bersama ayahnya, sebagaimana yang disampaikan petugas Palang Merah Internasional (IFRC).

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved