Kamis, 30 April 2026

Ai Medical Clinic Ginza di Jepang Manfaatkan Teknologi Diagnostik Termodern Deteksi Dini Kanker

Ai Medical Clinic Ginza Tokyo, kecanggihan pelayanannya terutama di bidang pendeteksian dan antisipasi kanker menarik untuk diperhatikan.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Dr Norimasa Tsukada, Clinic Head (kiri), dan Shinji Yamanouchi (kanan), CEO Well Medical Group. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ai Medical Clinic Ginza Tokyo, klinik medis Jepang ini memang baru beberapa tahun berdiri. Namun kecanggihan pelayanannya terutama di bidang pendeteksian dan antisipasi kanker menarik untuk diperhatikan.

Tribunnews.com melakukan wawancara khusus dengan CEO Well Medical Group, Shinji Yamanouchi baru-baru ini.

T (Tribunnews.com): Kapan klinik ini (Ai Medical Clinic Ginza) dioperasikan?

A (Klinik AI): Sebenarnya kami juga telah mengoperasikan beberapa klinik sebelumnya hingga saat ini, tetapi untuk klinik ini telah dibuka sejak September 2019.

T: Kalau begitu kapan klinik lain awalnya dibuka?

A: Klinik yang mirip dengan klinik ini adalah kira-kira sejak sekitar dua tahun yang lalu.

T: Awalnya bagaimana klinik ini berdiri?

A: Pada awalnya saya melakukan berbagai menu terapi di klinik Harajuku dan Hibiya, dan kemudian setiap menu terapi unggulan di setiap klinik kami padukan dan lengkapi di Ginza sini. Sekarang Klinik Harajuku menjadi beauty care klinik dengan menu yang berbeda.

T: Apa saja yang dikerjakan di klinik ini ?

A: Klinik ini tidak hanya pada perawatan kecantikan saja, tetapi juga fokus kepada perawatan anti penuaan (anti aging) dan pencegahan penyakit di masa depan dengan melakukan risk-hedge; risk : risiko, hedge : mencegah/ menghindari, artinya mencegah atau menghindari resiko/potensi (penyakit/ kanker) yang mungkin terjadi di masa depan dengan melakukan pengukuran dan analisa sejak dini.

Orang-orang Jepang diprediksi bahwa dari sejak lahir hingga meninggal 50 persennya terkena kanker.

Statistik menunjukkan bahwa pria memiliki sekitar 60 persen kecenderungan dan wanita 45 persen risiko terkena kanker.

Dr Norimasa Tsukada, Clinic Head (kiri), dan Shinji Yamanouchi (kanan), CEO Well Medical Group.
Dr Norimasa Tsukada, Clinic Head (kiri), dan Shinji Yamanouchi (kanan), CEO Well Medical Group. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Berangkat dari hasil statistik tersebut kami fokus pada `risk-hegde` atau mengukur risiko-risiko tersebut dan mencegahnya ke arah yang lebih buruk. Kami mendeteksi secara dini lebih awal.

Kebanyakannya pada kasus di mana kanker itu ditemukan oleh mesin pencitraan diagnostik saat ini, biasanya sudah dalam kondisi yang terlambat, dan sudah ditemukan dalam situasi di mana gejala-gejala subyektif muncul.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved