Presiden Jokowi Sebut Jembatan Penting Kemitraan ASEAN dan Korea Adalah Masyarakat

Ketiga hal tersebut merupakan aset besar dalam membangun konektivitas, yang harus memperoleh perhatian penuh negara ASEAN-RoK

Presiden Jokowi Sebut Jembatan Penting Kemitraan ASEAN dan Korea Adalah Masyarakat
Youtube Sekretariat Presiden
Screenshoot 

TRIBUNNEWS.COM, BUSAN - “Tidak hanya hard-connectivity, seperti pembangunan infrastruktur, namun soft-connectivity juga sangat penting”, demikian dijelaskan Presiden Jokowi dalam sesi pertemuan KTT Peringatan 30 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Republik Korea, Busan, Selasa (26/11/19).

Sesuai keterangan pers Biro Pers Istana Kepresidenan, Selasa, yang dimaksud dengan soft-connectivity adalah penguatan hubungan antarmasyarakat, pelajar dan juga antarpengusaha ASEAN dan Republik Korea (RoK).

Baca: Jokowi Dituntut Segera Ratifikasi Konvensi Anti Orang Hilang

Ketiga hal tersebut merupakan aset besar dalam membangun konektivitas, yang harus memperoleh perhatian penuh negara ASEAN-RoK.

Dalam memperkuat hubungan antar masyarakat, Presiden Jokowi melihat bahwa masyarakat ASEAN dan Korea adalah jembatan penting bagi kemitraan kita bersama kedepan.

Presiden Jokowi juga mengapresiasi peran penting ASEAN Culture House di Busan yang terus berupaya meningkatkan konektivitas antar masyarakat.

“Kedepan, kita dorong konektivitas antar masyarakat melalui bebas visa kunjungan dalam mendukung target 15 juta pertukaran masyarakat ASEAN-Korea,” kata Presiden Jokowi.

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi percaya bahwa anak-anak muda, pelajar, ilmuwan, dan para periset dari ASEAN dan Korea akan menjadi jangkar kemitraan kedepan.

“Negara-negara ASEAN adalah negara yang memiliki penduduk usia muda yang besar. Oleh karena itu kerja sama pengembangan sumber daya manusia menjadi sangat penting artinya,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menceritakan pertemuannya dengan para ilmuwan Indonesia yang belajar dan bekerja di Korea kemarin (Senin, 25/11).

Para ilmuwan tersebut, kata Presiden Jokowi, mayoritas masih sangat muda dan memiliki keahlian di bidang-bidang strategis, misalnya nano technology; Artificial Intelligence dan Mobile medical healthcare.

“Saya kagum terhadap kemampuan mereka. Setelah bertemu mereka, saya semakin menghargai pentingnya kerja sama di bidang Pendidikan untuk anak-anak muda kita. Kerja sama ini harus terus diperkuat,” tutur Presiden Jokowi.

Baca: Moeldoko: PKPI, PBB dan Hanura Sodorkan Nama Jadi Calon Tenaga Ahli KSP

Hal lainnya yang harus diperkuat adalah kolaborasi para pengusaha, private sectors ASEAN dan Korea.

“ASEAN dan Korea adalah mitra ekonomi strategis. Bagi Korea, ASEAN adalah mitra dagang ke-2 dan mitra investasi ke-3 terbesar.Kemitraan di bidang ekonomi akan menjadi penopang kerja sama kita secara sustainable demi kemakmuran rakyat kita,” tutur Presiden Jokowi.

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved