Wakil PM Jepang Pun Pakai Nama Fransiskus Seperti Nama Paus

Abe menyatakan berusaha untuk mempromosikan dialog sambil berusaha menjembatani antara negara-negara senjata nuklir dan negara-negara senjata non-nukl

Wakil PM Jepang Pun Pakai Nama Fransiskus Seperti Nama Paus
Kantor PM Jepang
Paus Fransiskus (kiri) bersama PM Jepang Shinzo Abe (kanan) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - PM Jepang Shinzo Abe menyampaikan bahwa Wakil PM Jepang pun juga punya nama yang sama Fransiskus yaitu nama baptis Taro Aso sebagai orang Katolik.

"Saya dengar Paus ingin sekali datang ke Jepang sejak ia masih muda. Banyak orang datang ke sini kantor PM Jepang hari ini berharap untuk bertemu platform semacam bersama. Salah satunya Wakil PM Jepang Taro Aso ada di sini. Dia memiliki nama baptisan yang sama dengan Fransiskus, Paus kita tercinta. Saya pikir mungkin banyak orang terkejut mendengar hal ini," papar PM Abe kemarin (25/11/2019) saat bertemu Paus Fransiskus.

Selain itu PM Abe juga menyinggung soal nuklir.

"Jepang adalah negara dengan misi untuk memimpin upaya masyarakat internasional menuju perwujudan "dunia tanpa senjata nuklir" sebagai satu-satunya negara yang dibom perang, korban bom atom," tekannya.

Abe menyatakan berusaha untuk mempromosikan dialog sambil berusaha menjembatani antara negara-negara senjata nuklir dan negara-negara senjata non-nuklir agar dunia bebas senjata nuklir.

"Kami di Jepang mengejar perdamaian dan kebebasan dan tidak goyah. Sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, yang sekarang sudah meninggal, Sadako Ogata telah menyebarkan hal2 positif tersebut ke dunia. Filosofi yang paling penting adalah memperkuat setiap orang dan memiliki harapan untuk masa depan. Jepang terus memelihara orang-orang muda yang percaya akan hal ini dan bertindak selain percaya. Inilah yang saya dan warga negara Jepang banggakan. Pada saat ini, anggota pemuda Relawan Kerjasama Luar Negeri Jepang terus bekerja di daerah-daerah termiskin di dunia. Mereka adalah orang-orang muda yang memiliki keuletan dan bersedia memberi harapan kepada orang miskin, yang lemah, perempuan, dan anak-anak, terlepas dari malaria."

Di sisi lain, menurut PM Abe, sekarang kita menikmati kedamaian, ada orang-orang yang dianiaya. Ada orang yang berada di penjara tanpa alasan dan menunggu pembebasan mereka.

"Seperti kata Paus "Proteger toda vida", yaitu, "Mari kita lindungi semua kehidupan", kita tidak boleh meninggalkan sebagai satu-satunya orang dalam keputusasaan seperti itu . Kami menghargai kebebasan dan menghormati hak asasi manusia, dan kami harus menyelamatkan mereka yang tidak bisa melihat cahaya harapan dan hanya bisa menemukan keputusasaan."

PM Abe menyatakan selalu melihat dengan cermat pada Paus, yang selalu terus menerus dekat dengan orang-orang miskin dan kurang mampu.

Halaman
123
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved