Presiden Suriname Bouterse Terbukti Perintahkan Militer Bunuh 15 Lawan Politiknya

Partai-partai oposisi menyerukan Bouterse, yang saat ini berada di China dalam kunjungan resmi, untuk mundur.

Presiden Suriname Bouterse Terbukti Perintahkan Militer Bunuh 15 Lawan Politiknya
AP/Ertugrul Kilic
Pada foto yang diambil 12 Agustus 2015 file foto ini, tampak Presiden Suriname Desire Delano Bouterse mengamati parade militer, setelah dilantik untuk masa jabatan keduanya, di Paramaribo, Suriname. 

TRIBUNNEWS.COM, SURINAME - Sebuah pengadilan di Suriname, Jumat (29/11/2019), mendakwa Presiden Desi Bouterse atas pembunuhan 15 lawan politiknya pada tahun 1982.

Pembunuhan itu dilakukan setelah kudeta perebutan kekuasaan. Ia dihukum 20 tahun penjara.

Partai-partai oposisi menyerukan Bouterse, yang saat ini berada di China dalam kunjungan resmi, untuk mundur.

Pengadilan militer yang menemukannya bersalah, belum memerintahkan penangkapannya.

Baca: Parade Militer, China Pamer Rudal, Drone, Hingga Pesawat Tempur

Baca: Salah Sasaran Saat Buru Taliban, Militer Afganistan Serang Pesta Pernikahan, 40 Warga Tewas

Bouterse diperkirakan akan kembali ke Suriname pada hari Sabtu atau Minggu.

Ia melewatkan perjalanan yang direncanakan ke Kuba, Wakil Presiden Partai Demokrat Nasional-nya mengatakan kepada surat kabar lokal De Ware Tijd.

Ramon Abrahams mengatakan kepada surat kabar itu bahwa ia melakukan kontak telepon dengan Bouterse dan mengadakan pertemuan darurat partai.

Bouterse memimpin negara Amerika Selatan itu pada tahun 1980-an sebagai kepala pemerintahan militer. Kemudian ia menjabat kembali pada tahun 2010 dan memastikan pemilihan kembali lima tahun kemudian.

Pengadilan memutuskan bahwa Bouterse telah mengawasi sebuah operasi di mana tentara di bawah komandonya menculik 16 kritikus pemerintah terkemuka, termasuk diantaranya pengacara, jurnalis, dan guru universitas, dari rumah mereka dan menewaskan 15 di antaranya di sebuah benteng kolonial di ibu kota Paramaribo.

Seorang pemimpin serikat pekerja selamat dan kemudian memberikan kesaksian melawan Bouterse.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: VOA
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved